Kapten Leo Sakit Minta Tolong ke Jokowi, Ini Penjelasan Kodam Bukit Barisan

Video Komandan Koramil 10 Balimbingan/Kodim 0207/Simalungun Kapten Inf Leo Sianturi marah viral di media sosial. Dia kesal karena mendapat perlakuan tidak baik dari Rumah Sakit Tentara di Jalan Gunung Simanuk-manuk, Pematang Siantar, Provinsi Sumatera Utara.

Didi Syafirdi
Oleh Didi Syafirdi - Reporter
Kapten Leo Sakit Minta Tolong ke Jokowi, Ini Penjelasan Kodam Bukit Barisan
Kapten Leo. ©2019 Youtube

Video Komandan Koramil 10 Balimbingan/Kodim 0207/Simalungun Kapten Inf Leo Sianturi marah viral di media sosial. Dia kesal karena mendapat perlakuan tidak baik dari Rumah Sakit Tentara di Jalan Gunung Simanuk-manuk, Pematang Siantar, Provinsi Sumatera Utara.

"Pak Presiden, tolong Pak Presiden. Saya tentara yang dari masyarakat akan kembali ke masyarakat. Sakit hati saya. Saya sakit tidak ada diopname, diopname tidak layani. Saya kecewa dengan RS tentara, kecewain pelayanan tidak bisa," tegas Leo dalam video yang dilihat merdeka.com, Senin (28/1).

Leo mengaku menjadi anggota TNI dari prajurit sampai perwira. "Sakit, saya seorang perwira, tidak berfungsi saya, tidak ada artinya angkatan darat di rumah sakit, tidak artinya. Inilah nasib saya ini, saya dari prajurit masuk sampai perwira," tuturnya.

Kepala Penerangan Komando Daerah Militer (Kapendam) I/Bukit Barisan Kolonel Inf Roy Hansen Sinaga memastikan seluruh rumah sakit di bawah Komando Daerah Militer (Kodam) memberikan pelayanan maksimal kepada para prajurit.

"Apalagi, sampai sejauh ini seluruh Rumah Sakit di jajaran Kodam I Bukit Barisan telah berbenah untuk memberikan pelayanan terbaik," kata Roy dilansir dari Antara.

Dia mengatakan rumah sakit tentara akan memberikan pelayanan terbaik kepada semua prajurit yang mengakses layanannya. "Jangankan Beliau (Kapten Leo), seluruh prajurit kita layani maksimal," kata Roy.

Ia menyebut sikap emosional Kapten Leo dipicu oleh kesalahpahaman dengan pegawai rumah sakit, menuturkan bahwa kemungkinan sang kapten marah karena sedang dalam keadaan sensitif saat ditanya mengenai siapa yang akan mendampingi untuk mengambil makanan dan menjaganya selama dirawat.

"Jadi ini hanya salah paham saja. Beliau mungkin lagi naik darah tingginya," kata mantan Dandim 0203/Langkat itu.

Roy menyatakan Kodam I/BB tak akan memberikan sanksi terkait kejadian tersebut, hanya berusaha meluruskan informasi mengenai peristiwanya.

"Saya berharap peristiwa seperti ini jangan sampai terulang kembali. Soal kesalahpahaman pelayanan kesehatan prajurit di rumah sakit di jajaran Kodam I/BB tentunya bisa diselesaikan secara baik-baik," tandasnya.

Rekomendasi