PDIP berjanji akan memberikan bantuan hukum kepada mantan Ketua KPK Antasari Azhar untuk mengungkap kejanggalan kasus pembunuhan Bos PT Rajawali Putra Banjaran Nasrudin Zulkanaen. Dukungan itu akan diberikan jika Antasari resmi bergabung ke PDIP."PDIP itu kan partai yang menjunjung tinggi hukum. PDIP itu menjadikan hukum sebagai panglima. Jadi sepanjang itu masalah penegakan hukum, masalah peradilan, PDIP tidak akan diam, kami akan jalan," kata Ketua Badan Hukum PDIP Junimart Girsang di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (1/2).Junimart mengatakan pihaknya akan mengkaji kasus Antasari. PDIP ingin memastikan Antasari tidak dizalimi dengan kasus pembunuhan itu saat menjabat sebagai Ketua KPK."Apapun yang terjadi. Apalagi kalau ada istilah dizalimi, kita akan kaji betul itu. Kalau betul kita akan maju, bergerak untuk itu," tegasnya.Seperti diberitakan, Antasari secara gamblang menyatakan dalam waktu dekat akan bergabung dengan salah satu parpol. Antasari mengaku akan masuk ke parpol bulan depan."Saya memang akan bergabung dengan satu partai politik tertentu. Alasan saya bergabung dengan parpol itu karena ada kesamaan dan secara historis kami memiliki satu ideologi," kata Antasari. Antasari bahkan blak-blakan membuka partai apa yang akan dimasukinya. Dia mengakui akan masuk PDIP."Nah, sekarang sebagian besar orang GMNI ada di PDIP. Saya akan bergabung ke situ (PDIP), kalau tidak ada halangan," tegas dia.
Junimart soal kasus Antasari: PDIP tidak akan diam, kami akan jalan!
PDIP berjanji akan memberikan bantuan hukum kepada mantan Ketua KPK Antasari Azhar untuk mengungkap kejanggalan kasus pembunuhan Bos PT Rajawali Putra Banjaran Nasrudin Zulkanaen. Dukungan itu akan diberikan jika Antasari resmi bergabung ke PDIP.
Rekomendasi