Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jokowi Minta Disiplin Kesehatan: Jangan Ragu Tegur yang Tak Jaga Jarak

Jokowi Minta Disiplin Kesehatan: Jangan Ragu Tegur yang Tak Jaga Jarak Presiden Jokowi Buka The 2nd Asian Agriculture and Food Forum. ©2020 Liputan6.com/Faizal Fanani

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan masyarakat agar disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan. Hal itu guna mencegah meluasnya penyebaran virus corona atau Covid-19.

Menurut Jokowi, dari hari ke hari, pemerintah telah melakukan langkah cepat dalam menangani penyebaran Covid-19 yang telah menyebar di 180 negara di dunia.

"Saya tegaskan lagi, kita harus saling mengingatkan untuk disiplin mengikuti protokol kesehatan dalam mengurangi penyebaran Covid-19. Jangan ragu untuk menegur orang yang tidak disiplin dalam menjaga jarak, tidak mencuci tangan dan abai menjaga kesehatannya," kata Jokowi di Istana Kepresidenan, Jumat (20/3).

Jokowi melanjutkan, bagi yang terbukti infeksi Covid-19, segera isolasi diri dan jaga kesehatan.

"Saya minta kepada daerah dan lingkungan yang belum terinfeksi Covid-19 untuk menerapkan protokol kesehatan yang ketat agar mengurangi risiko penularan virus corona. Dan kepada daerah yang telah ada terinfeksi agar membantu saudara-saudara kita yang terinfeksi agar bisa mengisolasi diri dan memberikan bantuan yang memadai," katanya.

Jumlah Pasien Sampai Kamis

Sebelumnya, hingga Kamis (19/3), Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Virus Corona, Achmad Yurianto mengatakan, ada penambahan kasus positif secara signifikan. "Sekarang terlaporkan kasus positif ada 309," ujar Yuri di kantor BNPB.

Penambahan terbanyak dari DKI Jakarta. Peningkatan 52 kasus positif Corona menjadi 210 di Jakarta. Di Banten juga ada penambahan 10 kasus menjadi 27 kasus. DIY terjadi penambahan dua kasus menjadi lima kasus.

Di Jawa Barat terjadi penambahan dua kasus menjadi 26.Di Jawa Tengah terjadi penambahan empat kasus menjadi total 12 kasus. Jawa Timur penambahan satu kasus jadi total sembilan kasus. Di Kalimantan Barat tercatat dua kasus. Di Kalimantan Timur penambahan dua kasus jadi tiga kasus. Di Provinsi Bali satu kasus. Kepulauan Riau terjadi penambahan dua kasus sehingga total 3 orang.

Ada satu kasus di Sulawesi Utara. Sedangkan di Sumatera Utara terjadi penambahan satu kasus menjadi dua kasus. Di Sulawesi Tenggara ada tiga kasus dan di Sulawesi Selatan ada dua kasus. Lampung tetap satu kasus, Riau ada penambahan satu kasus menjadi dua kasus.

Dari jumlah itu, total kasus kematian 25 kasus. Dengan persentase kematian 8 persen dari total kasus. "Angka ini memang tinggi," kata Yuri.

Hingga hari ini,total keseluruhan menjadi 15 orang.

(mdk/eko)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP