Jenazah co pilot pesawat AMA akan dimakamkan di Klaten

Pesawat milik maskapai penerbangan AMA jatuh di Gunung Napua Kampung Walaik, Wamena, Papua, Rabu (5/7). Lima korban tewas berhasil dievakuasi tim SAR gabungan dan dibawa ke RSUD Wamena. Jenazah pilot dan co pilot selanjutnya dibawa ke Bandara Sentani, Kamis (6/7) sore WIT untuk diterbangkan ke daerah asal.

Arie Sunaryo
Oleh Arie Sunaryo - Reporter
Jenazah co pilot pesawat AMA akan dimakamkan di Klaten
Ilustrasi Mayat. ©2014 Merdeka.com

Pesawat milik maskapai penerbangan Aviation Mission Association (AMA) jatuh di Gunung Napua Kampung Walaik, Wamena, Papua, Rabu (5/7). Lima korban tewas berhasil dievakuasi tim SAR gabungan dan dibawa ke RSUD Wamena. Jenazah pilot dan co pilot selanjutnya dibawa ke Bandara Sentani, Kamis (6/7) sore WIT untuk diterbangkan ke daerah asal.Jenazah satu korban yang juga co pilot Valens Ido Naibaho (23) menurut rencana akan makamkan di Dukuh Titang, Desa Ceporan, Kecamatan Gantiwarno, Klaten, Sabtu (8/7). Saat ini keluarga di Klaten menunggu kedatangan jenazah korban yang diperkirakan tiba di Bandara Adi Sutjipto besok malam.Paman korban, Paulus Bambang mengatakan, sebelum dimakamkan, jenazah korban akan disembahyangkan di rumah neneknya terlebih dahulu. Tak ada firasat yang dialami keluarga sebelum kecelakaan terjadi. Hanya saja bibinya yang selama ini dekat merasa giginya mau copot. Sedangkan kakeknya secara tiba-tiba menebang pohon yang ada di depan rumah."Keluarga tidak ada firasat apa-apa. Almarhum itu kalau mau terbang selalu telepon ibunya. Ibunya AKBP Nanik SK, aktif dinas di Secapa Sukabumi, ayahnya juga AKBP Jimmy Naibaho, tapi sudah 2 tahun ini meninggal," katanya.Paulus mengatakan, Valens Ido menempuh sekolah penerbangan di Cilacap. Selama setahun ini ia bekerja di maskapai AMA Papua. Valens Ido, kata dia mempunyai cita-cita ingin membahagiakan keluarganya. Yakni dengan cara menjadi pilot."Kami masih menunggu kedatangan jenazah Ido yang dijemput ibunya. Jumat malam baru sampai, Sabtu siang sekitar jam satu akan kita makamkan," pungkas Paulus.

Rekomendasi