Jaga kejujuran UN, Menteri Anies terapkan indeks integritas sekolah

"Selama ini kalau ada bocoran dan lain-lain itu, sekolahnya diam pura-pura enggak tahu, seakan-akan boleh," kata dia.

Muhammad Sholeh
Oleh Muhammad Sholeh - Reporter
Jaga kejujuran UN, Menteri Anies terapkan indeks integritas sekolah
Ujian Nasional 2015. ©2015 merdeka.com/arie basuki

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan menemui Presiden Joko Widodo di Istana Presiden. Salah satu yang dilaporkan adalah mengenai pelaksanaan Ujian Nasional (UN) 2015.Menurut Anies, pihaknya telah menerapkan indeks integritas Ujian Nasional. Hal ini untuk mengetahui prosentase tingkat kejujuran siswa dalam mengerjakan soal."Salah satu cara yang kami pakai adalah indeks integritas UN. Ini dipakai untuk memperbaiki supaya kalau ujian itu jujur. Selama ini kalau ada bocoran dan lain-lain itu, sekolahnya diam pura-pura enggak tahu, seakan-akan boleh," kata Anies kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (5/5).Adanya kebocoran UN, tambah Anies, lantaran banyak orang juga mendiamkan praktik yang tak etis itu. Selain itu, pihaknya juga menerapkan indeks integritas sekolah. Sehingga setiap sekolah akan memiliki nilai masing-masing soal integritas pelaksanaan UN."Nanti pola-pola itu akan dapat indeks. Dari situ kami tahu dari mana ada bocoran, bukan sekedar gosip. Salah benarnya sama, sekolah sama, daerahnya sama. Dari situ kami ketemu polanya. Salah satu cara untuk mencegah," jelas Anies."Ini untuk memperbaiki. Selama ini kalau ada kebocoran sekolahnya diam. Seolah-olah tidak tahu, seolah-olah boleh. Bukan banyak pembocornya, karena orang baiknya diam dan mendiamkan. Sekarang kami tidak mendiamkan, sekolah akan keluar indeksnya. Malu lho," imbuhnya.Anies berharap pelaksanaan UN tahun depan dapat lebih baik dari tahun ini. Namanya perubahan, kata Anies, diperlukan tahapan-tahapan."Jadi targetnya adalah nilai setinggi-tingginya dan angka kejujuran 100 persen," pungkas dia.

Rekomendasi