Isak Tangis Sambut Jenazah Korban Pembunuhan Sekeluarga di Bekasi
Merdeka.com - Suasana duka menyelimuti rumah keluarga Nainggolan di Desa Parsaoran I, Pangururan, Samosir, Sumut, Kamis (15/11). Tangisan pecah saat mereka menyambut jasad 4 korban pembunuhan sekeluarga di Bekasi, Jawa Barat.
Jenazah keempat korban, yakni: Gaban Diperum Carles Nainggolan (38), istrinya Maya Boru Ambarita, (37), serta dua anak mereka Sarah Boru Nainggolan (9) dan Arya Nainggolan (7), tiba di rumah duka sekitar pukul 07.00 Wib. Keempatnya dibawa 4 ambulans dari Bandara Kualanamu, Deli Serdang.
Saat jenazah tiba, Nurhayati Boru Hasugian, ibu Diperum, tampak paling terpukul dan berduka. Perempuan ini histeris dan menangis sejadi-jadinya.
Keluarga dan kerabat berdatangan ke rumah duka untuk melayat. Sejumlah pejabat Kabupaten Samosir, termasuk Bupati Rapidin Simbolon, juga hadir di sana.

Anang Saborang Nainggolan, abang kandung Diperum, mengatakan, prosesi adat dan agama digelar hari ini. Rencananya jenazah dimakamkan sore ini. “Kita makamkan di pemakaman keluarga," ucap Anang.
Terkait kasus pembunuhan terhadap Diperum bersama istri dan anaknya, keluarga berharap polisi segara menangkap pelaku. Pelaku harus dihukum seberat-beratnya.
Seperti diberitakan, satu keluarga yang menjadi korban pembunuhan dalam kontrakan di Jalan Bojong Nangka, Jatirahayu, Pondok Melati, Kota Bekasi, Selasa (13/11). Para korban, yakni, Diperum Nainggolan, Maya Boru Ambarita ditemukan tewas di ruang tamu dengan luka gorok di leher. Sementara Sarah Boru Nainggolan dan Arya Nainggolan ditemukan tak bernyata di kamar tidur. Mereka diduga dibekap hingga kehabisan napas.
Polisi masih menyelidiki kasus pembunuhan sadis ini. Polda Metro Jaya bahkan sudah membentuk tim khusus untuk menangkap pelakunya.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya