Ini tanggapan Kapolri soal video pungli anak buahnya jadi viral

Tito pun ingin agar masyarakat juga bisa ikut melakukan pengawasan terhadap anggota Polri. Terutama anggota Polri yang coba ingin melakukan hal negatif seperti pungli dan lainnya.

Nur Habibie
Oleh Nur Habibie - Reporter
Ini tanggapan Kapolri soal video pungli anak buahnya jadi viral
Kapolri Tito Karnavian. ©2017 merdeka.com/nur habibie

Anggota Polri berinisial Aiptu MM dan Bripka DB terekam kamera sedang melakukan pungutan liar (Pungli) saat berdinas di Polsek Labuan Amas Selatan. Peristiwa itu diabadikan oleh Ade Ridwan Syahroni, seorang pengendara.Kapolri Jendral Tito Karnavian mengatakan bahwa viralnya video tersebut karena zaman yang sudah semakin canggih. Dan peristiwa tersebut, Tito menyebut karena adanya citizen jurnalisme, dimana masyarakat bisa menyampaikan berita melalui media sosial."Ya prinsipnya begini, ini kan semua eranya ITE. Sekali lagi, ada citizen jurnalis ya. citizen jurnalis ini semua orang bisa membuat laporan, membuat berita menyampaikan di medsos, peristiwa yang di Kalimantan Selatan juga itu adalah membuktikan adanya citizen jurnalis," kata Tito di Rupatama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (22/8)."Ini adalah sesuatu yang tidak dapat dihindarkan, sesuatu yang natural sebagai dampak dari perkembangan teknologi elektronik dan informasi, termasuk Polri pun tidak boleh resisten terhadap hal itu," sambung Tito.Peristiwa tersebut justru Tito anggap sebagai hal yang sangat positif. Karena dengan adanya kejadian seperti itu, jadi buat pembelajaran untuk Polri terutama yang berada atau bertugas di lapangan."Kita menganggap hal ini adalah dampak yang positif, karena memberikan masukan kepada polisi tentang kinerja anggota-anggota polisi di lapangan, yang mungkin tidak bisa diawasi oleh organisasi," ujarnya.Tito pun ingin agar masyarakat juga bisa ikut melakukan pengawasan terhadap anggota Polri. Terutama anggota Polri yang coba ingin melakukan hal negatif seperti pungli dan lainnya."Masyarakat juga bisa menjadi pengawas, itulah hebatnya demokrasi Indonesia," pungkasnya.Sebelumnya, Kapolda Kalsel Brigjen Pol Rachmat Mulyana merealisasikan janjinya untuk memberikan penghargaan kepada perekam oknum Polri yang melakukan pungutan liar (Pungli) dan memberikan bonus satu handphone untuk sopir truk tersebut."Saya sangat berterima kasih dan memberikan apresiasi atas apa yang telah dilakukan saudara Ade Ridwan Syahroni, beliau telah membuka mata kita semua, khususnya institusi Polri di Polda Kalsel agar lebih baik lagi ke depannya," kata Kapolda di Banjarmasin, Senin (21/8) seperti dikutip Antara.Hingga kini, ungkap Kapolda, kedua oknum berinisial Aiptu MM dan Bripka DB masih ditahan sembari menunggu Sidang Komisi Kode Etik.

Rekomendasi