Pengungsi Etnis Rohingya ditolong para nelayan Aceh. Mereka ditemukan dalam kondisi kelelahan dan kelaparan. Para pengungsi ini hanya sebagian dari ratusan ribu Etnis Rohingya korban diskriminasi pemerintah Myanmar.Meski lahir dan tinggal di Myanmar, etnis mayoritas muslim ini tidak mendapatkan akses layaknya warga negara Myanmar. Status kewarganegaraan mereka tak diakui pemerintah Myanmar. Eksodus besar-besaran pun terjadi.Diskriminasi Etnis Rohingya hingga masuk ke wilayah nusantara pun mulai dilirik dunia internasional. Namun, belum ada langkah-langkah nyata dari lembaga-lembaga internasional untuk membantu Etnis Rohingya mendapatkan hak-haknya sebagai warga negara Myanmar, meski mereka sudah mengalami diskriminasi selama bertahun-tahun."Saya sangat prihatin bahwa penderitaan saudara-saudara kita di Myanmar belum juga mendapat perhatian dunia internasional. Ribuan nyawa telah menjadi korban dan ribuan lainnya harus melarikan diri ke tempat-tempat yang tidak menentu," tutur Imam Besar New York, Shamsi Ali kepada merdeka.com, Jumat (22/5).Indonesia, lanjut pria kelahiran Bulukumba, Sulawesi Selatan ini, memiliki peran penting di Asia Tenggara sebagai negara dengan penduduk Islam terbesar. Peran ini, kata Ali, harus mulai dimanfaatkan untuk membantu Etnis Rohingya."Di Asia Tenggara Indonesia harus memainkan peranan terpenting dalam menyelesaikan isu-isu yang ada, termasuk isu Rohingya ini," tutur Ali.Sebagai negara yang kini menampung ribuan pengungsi Rohingya, Indonesia dinilai harus berinisiatif membawa persoalan pengungsi Rohingya ke ranah Internasional."Saya kira menampung mereka tidak cukup. Indonesia juga harus mengambil inisiatif membawa isu ini ke ranah internasional," imbuh Ali.Masyarakat Indonesia, lanjut Ali, harus mendukung upaya pemerintah Indonesia membawa masalah etnis Rohingya ke ranah internasional."Akhirnya masyarakat Indonesia harus terus mengawal sikap pemerintah terhadap isu ini," tutur Ali.
Imam Besar New York: Indonesia harus giring isu Rohingya ke PBB
"Saya kira menampung mereka tidak cukup," kata Shamsi Ali.
Rekomendasi