Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Gubernur Ganjar: Romo Pujo gigih membangun jiwa kebangsaan

Gubernur Ganjar: Romo Pujo gigih  membangun jiwa kebangsaan Uskup Agung Semarang Monsinyur Johannes Pujasumarta. ignatius-magelang.info

Merdeka.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengaku terkejut dan kaget saat mendengar kabar melalui pesan singkat tentang kabar Uskup Agung Semarang Mgr. Johannes Maria Trilaksyanta Pujasumarta yang akrab disapa Romo Pujo wafat pada Selasa (10/11) sekitar pukul 23.30 WIB di Rumah Sakit Elisabeth Kota Semarang, Jawa Tengah.

Ganjar sama sekali tidak menyangka tokoh agama Katolik itu berpulang ke pangkuan Tuhan Yang Maha Esa karena baru kemarin dirinya bertemu saat menjenguk di Rumah Sakit Elizabeth, Kota Semarang.

"Saya terkejut karena baru kemarin ada staf saya dari Puri Gedeh (Rumah Dinas Gubernur) yang baru saja mendatangi rumahnya untuk melihat contoh taman kecil di rumahnya. Bahkan saat itu ada pegawai Romo Pujo yang menanyakan, apakah mau ketemu Romo? Pegawai saya pun menyatakan hanya ingin melihat taman. Eh, malah semalam saya dapat SMS dari keuskupan jika Romo Pujo meninggal. Langsung saya perintahkan staf saya untuk mengirimkan karangan bunga," ungkap Ganjar kepada merdeka.com disela-sela kunjungan kerjanya di Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah Rabu (11/11).

Bagi Ganjar, sosok Romo Pujo adalah tokoh agama yang sangat kharismatik. Selain itu, saat dia untuk pertama kalinya masuk ke Jawa Tengah dan langsung bertemu dengan Romo Pujo kesan akrab, supel, santun dan dihormati di berbagai kalangan keagamaan sangat terlihat.

"Bahkan, kesantunannya dan sikap lemah lembutnya melebihi layaknya kami sebagai seorang muslim," ucap Ganjar lirih mengenang.

Ganjar mengaku jika selama dua bulan dirawat di Rumah Sakit Elizabeth Kota Semarang, beberapa kali orang nomor satu di Jawa Tengah itu menyempatkan diri untuk menjenguknya. Yang paling berkesan, beberapa hari sebelum wafat, saat untuk terakhir kalinya Ganjar menjenguk, tiba-tiba ada keinginan Romo Pujo untuk mengabadikan foto bersama dengan dirinya.

"Beberapa kali saya menjenguk beliau sakit. Kami ngobrol secara berdua sangat afdolnya. Yang tidak saya sangka, tiba-tiba beliau mengajak kita berdua untuk selfi bersama. Pak Gub, kita harus berdua foto Pak Gub," ungkap Ganjar menirukan kata-kata terakhir Romo Pujo yang sampai saat ini masih terngiang di benak dan telinga Ganjar.

Di situ, Ganjar menilai bahwa sosok Romo Pujo memiliki ketabahan yang sangat besar saat menghadapi dan menjalani sakitnya selama masa perawatan di Rumah Sakit Elizabeth Semarang.

"Beliau seseorang pemimpin umat yang memiliki ketabahan yang sangat luar biasa. Terakhir kesan yang saya rasakan meski sakit beliau tidak mau menunjukkan kepada umatnya bahwa sakit adalah salah satu bagian dari rahmat dan jalan hidup bagi umat," ujarnya.

Kepada umat yang ditinggalkan, Ganjar menegaskan bahwa Romo Pujo adalah seorang pemimpin, seorang Romo yang patut dicontoh serta menjadi tauladan bagi umatnya.

"Beliau seorang tauladan. Beliau patut jadi tauladan bagi umatnya. Beliau orang yang sangat gigih dalam membangun jiwa berkebangsaan. Beliau adalah sosok yang sangat kritis dan peduli kepada pemerintahan Indonesia," pungkas Ganjar berpesan.

(mdk/ren)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP