Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka memastikan pembangunan Masjid Raya Sheikh Zayed Solo akan dimulai dalam waktu dekat. Kepastian tersebut didapat setelah kepergian Gibran ke Jakarta belum lama ini.
Seperti diketahui, Masjid Raya Sheikh Zayed Solo merupakan hibah dari pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) melalui putra mahkota Sheikh Mohamed Bin Zayed Al Nahyan. Peletakan batu pertama telah dilakukan Sabtu (6/3) lalu.
"Segera (dibangun). Kontraknya 15 bulan," kata Gibran, Rabu (21/4).
Namun demikian, putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu belum bisa memastikan hari dan tanggal dimulainya pembangunan masjid di lahan bekas SPBU Gilingan itu. Namun untuk kontraktor yang akan mengerjakan proyek tersebut, lanjut Gibran, sudah ditentukan.
"Kan kontraktornya sudah dipilih. 15 bulan selesai," katanya.
Dengan durasi waktu tersebut diharapkan tahun 2022 masjid tersebut sudah bisa digunakan. Ia berharap pengerjaan proyek ratusan miliar itu bisa berjalan lancar.
"Insya Allah tahun depan sudah jadi. 15 bulan kontraknya," tandasnya.
Meskipun ground breaking pembangunan Masjid Raya Sheikh Zayed Solo sudah dilakukan sebulan lebih, namun di lokasi proyek Jalan Ahmad Yani itu belum nampak aktivitas. Demikian juga, di lokasi pembangunan belum terdapat material atau bahan bangunan lainnya.
Ground breaking yang digelar secara meriah saat itu dihadiri Menteri BUMN Erick Tohir, Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas, Menteri Energi dan Infrastruktur Uni Emirat Arab Suhail Al Mazroui, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen dan Wali Kota Gibran Rakabuming Raka.