Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Gerhana Bulan Total, Sejumlah Desa di Probolinggo Terendam Banjir Rob

Gerhana Bulan Total, Sejumlah Desa di Probolinggo Terendam Banjir Rob Gerhana Bulan Total Membuat Banjir Rob di Probolinggo. ©2021 Merdeka.com/Muhammad Permana

Merdeka.com - Banjir rob masih menggenangi sejumlah desa di Probolinggo, sejak Rabu (26/05) malam hingga pagi ini. Sejumlah pemukiman warga, seperti di Desa Kalibuntu Kecamatan Kraksaan Kabupaten Probolinggo tergenang luapan air akibat kenaikan permukaan air laut.

Banjir tersebut terjadi akibat pengaruh gravitasi saat terjadinya Gerhana Bulan Total (GBT) pada Rabu malam kemarin. Fenomena yang disebut Super Blood Moon (Bulan Berdarah Super) itu berlangsung selama sekitar 14 menit.

"Iya hampir bersamaan dengan gerhana. Habis Isya, saat saya masih memperbaiki kapal, air laut tiba-tiba masuk ke dalam rumah," ujar Amri (26), nelayan warga Desa Kalibuntu saat ditemui merdeka.com, Kamis (27/5).

Meski demikian, warga mengaku tidak panik karena sudah terbiasa. Banjir rob akibat pengaruh gerhana kerap dirasakan warga hampir setiap tahun.

"Air menggenang dari bibir pantai sampai ke jalan umum. Kita langsung menyelamatkan barang-barang berharga di rumah. Terutama barang elektronik," ujar Amri.

Sementara itu, Muhammad (40 tahun) warga Desa Kalibuntu yang berprofesi sebagai tuan pemilik kapal, mengaku banjir rob berpengaruh kepada nelayan dalam mencari nafkah karena membuat tangkapan ikan menjadi sulit.

"Berpengaruh pada sulitnya kita mencari ikan. Anak-anak (nelayan) juga jaga rumah kemarin, karena ada air banjir takut barangnya digenangi air," ucap Muhammad.

Selain itu, ombak besar juga mulai tinggi dalam dua hari terakhir. "Kalau sudah seperti ini nelayan sulit dapat ikan, kemungkinan besar kondisi ini berlangsung dalam seminggu ke depan," papar Muhammad.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP