Geramnya Waseso sebut Malaysia buang sampah narkoba ke Indonesia

Geramnya Waseso sebut Malaysia buang sampah narkoba ke Indonesia. Peta sebaran berikutnya, kata Waseso, yakni kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Medan. Serta, daerah-daerah wisata dimana tempat hiburan malam dan penginapan menjamur.

Henny Rachma Sari
Oleh Henny Rachma Sari - Reporter
Geramnya Waseso sebut Malaysia buang sampah narkoba ke Indonesia
pemusnahan narkoba di monas. ©2016 merdeka.com/imam buhori

Peredaran narkoba di Indonesia kian menjadi. Terbukti dari pengungkapkan kasus yang belakangan ini diungkap Korps Bhayangkara maupun Badan Narkotika Nasional (BNN).Contohnya pengungkapan penyelundupan sabu satu ton yang digarap Polri serta 10 kg yang diungkap BNN.Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso geram. Pasalnya, Indonesia menjadi salah satu market narkoba bagi banda dan pengedar asal Malaysia.Padahal, antara Indonesia dengan Malaysia mempunyai hubungan diplomatik yang cukup baik. Sayangnya, tidak dengan kasus narkoba."Kenapa dari Malaysia terus (jaringan narkotika) padahal punya hubungan negara. Tapi Malaysia juga tidak seperti yang kita inginkan," ujar Waseso saat rilis penangkapan sabu 10 kg, di kantor BNN, Jakarta Timur, Selasa (25/7).Terbentir undang-undang, selalu dijadikan pihak Malaysia sebagai senjata penindakan kasus narkoba."Mereka selalu berkelit dengan aturannya. Boleh mereka protes tapi faktanya negara itu tidak care. Kalau Asean itu kan saling bekerjasama antarnegara untuk melawan. Tapi itu (Malaysia) tidak. Kita yang menampung sendiri. Malah jadi pangsa pasarnya. Kena sampahnya (narkoba Malaysia) saja," ujar Waseso geram.Dengan semakin banyaknya para bandar narkoba jaringan Internasional yang masuk ke Indonesia. Waseso meminta kepada masyarakat agar bisa membantu pemerintah dalam upaya untuk melakukan pemberantasan narkoba, terutama di wilayah perbatasan."Saya ingin mengimbau kepada masyarakat Indonesia bahwa ini kita menghadapi permasalahan narkotika harus serius menangani bersama-bersama. Kalau tidak ini manusia (bandar narkoba) akan trus bekerja mengubah modus operandi," tandasnya.

Rupanya, hal tersebut juga pernah diungkapkan mantan Kabareskrim itu ketika rapat kerja dengan Komisi III DPR.Malaysia disebut menjadi salah satu negara yang dijadikan jalur masuk narkotika ke Indonesia. "Sebaran jaringan narkotika di kawasan daerah terindikasi darurat narkotika adalah yang pertama daerah perbatasan dengan Malaysia misalnya Kalimantan, Sumatera Utara, Aceh, Riau dan Kepulauan Riau," kata Waseso di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (11/4).Selain kawasan perbatasan, daerah yang memiliki jalur transportasi dengan Malaysia juga menjadi sasaran jaringan narkotika. Di kawasan tersebut, narkotika dipasok para kartel narkoba melalui kapal perdagangan, kapal nelayan hingga kapal cepat."Daerah yang mempunyai jalur transportasi dengan Malaysia seperti Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan melalui kapal perdagangan, kapal nelayan dan speedboat yang berlalu lalang," terangnya.Peta sebaran berikutnya, kata Waseso, yakni kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Medan. Serta, daerah-daerah wisata dimana tempat hiburan malam dan penginapan menjamur.

Rekomendasi