Gempa NTB, BNPB sebut ada jemaah salat Isya di masjid belum bisa dievakuasi

"Estimasi sampai tiga saf (baris), jemaah masih belum dapat dievakuasi karena keterbatasan alat berat. Kami belum tahu jumlah pasti berapa jiwa, dan apa ada korban luka atau meninggal, belum kami ketahui datanya," kata Sutopo.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Gempa NTB, BNPB sebut ada jemaah salat Isya di masjid belum bisa dievakuasi
Kondisi masjid di Lombok Utara pascagempa. ©2018 Merdeka.com

Gempa bumi berkekuatan 7,0 skala richter (SR) mengguncang wilayah Lombok, Nusa Tenggara Barat dan sekitarnya pada Minggu (5/8) malam kemarin. Kuatnya getaran terasa sampai ke sejumlah kawasan di Bali.

Saat peristiwa itu terjadi, sebagian besar masyarakat Lombok sedang menjalankan ibadah salah berjemaah. Informasi didapat, saat peristiwa terjadi, di salah satu masjid ada rangkaian saf jemaah salat masih dalam reruntuhan masjid.

"Informasi didapat, estimasi sampai tiga saf (baris), jemaah masih belum dapat dievakuasi karena keterbatasan alat berat. Kami belum tahu jumlah pasti berapa jiwa, dan apa ada korban luka atau meninggal, belum kami ketahui datanya," kata Sutopo di Kantor BNPB, Jakarta Timur, Senin (6/8).

Letak masjid ada di Desa Lading-Lading, Kecamatan Tanjung, Lombok Utara. Menurut informasi, atap bangunan masjid roboh akibat guncangan gempa 7 SR pukul 18.45 Wita

"Diperkirakan banyak korban meninggal dunia dan belum bisa dievakuasi karena tidak ada alat berat," jelas Sutopo.

Saat ini, evakuasi dilakukan oleh Tim SAR gabungan masih dalam tingkat manual. Alat berat masih berusaha didatangkan ke lokasi, mengingat sulitnya akses yang masih menjadi kendala.

"Jadi tim SAR gabungan pakai cara manual, reruntuhannya tembok-tembok beton," jelas Sutopo.

Reporter: M Radityo

Sumber: Liputan6.com

Rekomendasi