Geledah BPBD Jember, Polisi Selidiki Dugaan Pemotongan Honor Petugas Pemakaman Covid
Merdeka.com - Penggeledahan dilakukan Satreskrim Polres Jember di markas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember terkait dugaan korupsi honor pemakaman pasien dengan protokol Covid-19. Sejumlah dokumen telah disita polisi dalam penggeledahan.
"(Apakah terkait honor pemakaman ?) Ya, berkaitan hal tersebut. (Soal dugaan pemotongan honor petugas pemakaman?) Iya, seputar itu," ujar Kasat Reskrim Polres Jember AKP Komang Yogi Arya Wiguna saat dikonfirmasi di Mapolres Jember usai penggeledahan pada Rabu (1/9).
Saat ditanya apakah penyelidikan polisi juga menyentuh soal heboh dana honorarium untuk pejabat yang sudah dikembalikan ke Kasda, Komang tidak menjawab secara tegas.
"Sementara masih soal tersebut (dugaan mark up gaji petugas pemakaman)," lanjutnya.
Pantauan merdeka.com, penggeledahan dilakukan berlangsung sejak sekitar pukul 10:30 dan selesai sekitar pukul 15:15 WIB. Penggeledahan pertama-tama menyasar ke ruang kepala BPBD Jember, Moch Djamil.
Satu jam berikutnya, tim berpencar ke ruang Kabid Kedaruratan BPBD, Penta Satria. Lalu, sebagian tim, juga ada yang menggeledah ruang Sekretariatan BPBD yang ditempati belasan staf. Djamil dan Penta sebelumnya sudah dua kali diperiksa di Mapolres Jember. Pada pemeriksaan yang kedua, yakni pada Selasa (31/08), berlangsung sejak siang hingga pukul 23:00 WIB.
Saat kembali ke Mapolres Jember, tim penggeledah tampak menggeledah berbagai kardus yang berisi dokumen-dokumen dari BPBD Jember.
"Kita menyita dokumen fisik dan soft copy, terkait bukti pengeluaran anggaran," tutur Komang.
Polisi tidak menjawab secara tegas, apakah kasus ini akan segera ditingkatkan ke penyidikan, atau akan ada tersangka. "Ada kemungkinan bisa ke sana (naik ke penyidikan). Tetapi kita butuh waktu untuk analisa bukti-bukti dan keterangan yang kita dapatkan. Mohon teman-teman bersabar," jelas Komang.
Sementara itu, seorang petugas lapangan BPBD Jember yang enggan disebutkan namanya, membenarkan soal dugaan pemotongan honor atau insentif petugas.
"Itu sudah lama terjadi, sejak periode bupati yang sebelumnya. Cuma yang sekarang lebih besar," ujar petugas yang sudah 5 tahun lebih bergabung di BPBD Jember dan saat ini ditempatkan di Tim Pemakaman dengan Protokol Covid.
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya