Sebuah surat wasiat ditemukan polisi di lokasi bunuh diri Eko Setyo Budi (22). Selain meminta maaf, almarhum meminta adiknya, Dwinta Rike Desiantari (Rere) melunasi jaket yang baru dibeli dari teman di kampusnya.
"Saya ambil jaket, tolong bayarkan. Ambil uang di ATM saya Rp 50.000, nanti kekurangannya minta ke orangtua," demikian bunyi surat wasiat tersebut.Kanit Reskrim Polsek Pakis Ipda Ronny Margas mengungkapkan, surat wasiat tersebut ditemukan di depan kamar lantai 2. Suratnya ditulis tangan dan identik dengan tulisan Eko."Sudah dicocokkan dengan tulisannya di buku kuliahnya, tulisannya identik. Hanya saja ditulis dengan ukuran yang lebih besar," katanya.Eko Setyo Budi tercatat sebagai mahasiswa di Universitas Negeri Malang Jurusan Pendidikan Teknik Mesin angkatan 2013. Dia ditemukan gantung diri oleh adiknya pada Rabu (25) pukul 18.30 WIB. Tubuhnya ditemukan dalam posisi menggantung di dapur antara tangga dan pintu.Eko gantung diri menggunakan kain stagen warna hijau milik ibunya. Kain tersebut terbelah menjadi dua yang kemudian dikaitkan dengan lehernya. Dari posisi lokasi, Eko meloncat dari tangga."Korban juga berusaha menggunakan tali jemuran, namun tampaknya kesulitan karena banyaknya simpul untuk melepas," katanya.Eko yang asli Trenggalek tinggal hanya berdua bersama adiknya yang masih duduk di Kelas XI SMA, di Perumahan Sawojajar 2, Jalan Kapimenda nomor 21 IV, gang 11 RT 7/RW 17 Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. Sementara orangtua mereka bekerja di PT Newmont di Sumbawa.Motif bunuh diri Eko hingga kini belum diketahui secara pasti. Jenazah Eko pun langsung dibawa untuk dikebumikan di Trenggalek.