Flyover Purwosari tahap penyusunan dokumen, warga diminta aktif

Rencana pembangunan flyover Purwosari, kata Hanung, mulai dikerjakan sejak dua tahun lalu. Dari hasil studi kelayakan atau feasibility study (FS) oleh Pemprov Jateng, perlintasan sebidang Purwosari layak untuk dibangun flyover guna memecah kepadatan lalu lintas di kawasan tersebut.

Arie Sunaryo
Oleh Arie Sunaryo - Reporter
Flyover Purwosari tahap penyusunan dokumen, warga diminta aktif
flyover antasari. Merdeka.com/Imam Buhori

Pemerintah Kota Solo berencana membangun flyover (Jalan layang) di Jalam Slamet Riyadi yang berdekatan dengan Stasiun Purwosari. Rencana pembangunan flyover senilai Rp 185 miliar itu memasuki tahapan penyusunan dokumen lingkungan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga Provinsi Jawa Tengah (Jateng), A.R. Hanung Triyono mengatakan ada empat kelurahan di wilayah Kecamatan Laweyan yang bakal terdampak pembangunan flyover tersebut. Yakni Kelurahan Sondakan, Purwosari, Pajang dan Kerten. Ia mengaku akan melakukan sosialisasi kepada warga pekan depan."Sosialisasi itu penting untuk menjaring masukan warga terdampak. Ini sekaligus untuk mengantisipasi permasalahan teknis maupun nonteknis dalam pelaksanaan pembangunan flyover. Masukan warga sejalan dengan tahapan penyusunan dokumen lingkungan yang sedang kami lakukan," ujar Hanung, Kamis (24/11). Rencana pembangunan flyover Purwosari, kata Hanung, mulai dikerjakan sejak dua tahun lalu. Dari hasil studi kelayakan atau feasibility study (FS) oleh Pemprov Jateng, perlintasan sebidang Purwosari layak untuk dibangun flyover guna memecah kepadatan lalu lintas di kawasan tersebut. Kemudian, Pemprov menindaklanjuti dengan penyusunan dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup (UKL/UPL). Dokumen lingkungan tersebut ditargetkan selesai tahun ini."Setelah UKL/UPL, dilanjutkan menyusun detail engeneering design (DED) oleh Pemerintah Pusat di tahun depan," katanya. Hanung menambahkan, proyek pembangunan flyover Purwosari akan dikerjakan 2018 mendatang. Ditargetkan tahun 2019 bisa dioperasikan. Konsepnya, lanjut dia, dikerjakan dengan meminimalisasi lahan warga yang terkena dampak flyover."Kemungkinan paling banyak lahan yang terdampak itu milik PT Kereta Api Indonesia (KAI). Kami telah berkoordinasi dengan PT KAI. Flyover Purwosari diprioritaskan untuk dibangun mempertimbangkan tingkat kepadatan lalu lintas di kawasan tersebut yang sangat tinggi," tamdasnya.Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo menambahkan Pemkot akan memfasilitasi pemerintah pusat dan pemprov Jateng untuk mensosialisasikan kepada warga terdampak."Kami akan memfasilitasi sosialisasi. Pembangunan flyover baik Manahan maupun Purwosari mendesak direalisasikan. Semoga mampu mengurai kepadatan lalu lintas di kawasan tersebut," kata Rudyatmo.

Rekomendasi