Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Epidemiolog Minta Pemerintah Prioritaskan Vaksinasi Lansia untuk Tekan Kematian

Epidemiolog Minta Pemerintah Prioritaskan Vaksinasi Lansia untuk Tekan Kematian Antusias warga lansia ikut vaksinasi Covid-19 di mal. ©2021 Merdeka.com/Iqbal Nugroho

Merdeka.com - Epidemiolog Universitas Airlangga, Windhu Purnomo meminta pemerintah memprioritaskan vaksinasi Covid-19 terhadap lansia di atas 60 tahun dan tenaga kesehatan. Upaya ini untuk menekan kematian Covid-19 di Indonesia.

"Kalau kita sudah berhasil untuk dua kelompok ini betul-betul tervaksinasi, aman kita," katanya saat dihubungi merdeka.com, Rabu (10/3).

Windhu mengkritisi keputusan pemerintah pusat yang memprioritaskan petugas pelayanan publik, jurnalis dan sejumlah kelompok lain dalam vaksinasi Covid-19 tahap dua. Padahal, kelompok tersebut tidak terlalu berisiko terhadap fatalitas jika terinfeksi Covid-19.

"Petugas publik macam-macam itu nanti belakangan, jurnalis itu belakangan, kecuali jurnalis lansia. Tetapi yang didahulukan adalah nakes dan lansia karena inilah yang paling berisiko untuk meninggal," ujarnya.

Dia juga menyoroti langkah pemerintah yang hanya memprioritaskan vaksinasi Covid-19 terhadap lansia di ibu kota provinsi. Sementara vaksinasi Covid-19 untuk petugas pelayanan publik dilakukan di seluruh kabupaten dan kota.

"Jadi harusnya dibalik, oke petugas pelayanan publik tapi hanya di ibu kota provinsi. Sebaliknya lansia di semua daerah harus diprioritaskan di semua kabupaten kota," tandasnya.

Sebagai informasi, kasus kematian Covid-19 di Indonesia menembus 37.757 orang atau 2,7 persen pada 9 Maret 2021. Data ini menunjukkan, kematian Covid-19 masih berada di atas rata-rata global yang berada pada angka 2,2 persen.

Data Satuan Tugas Penanganan Covid-19, 85 persen kasus kematian Covid-19 Indonesia disumbang kelompok umur di atas 47 tahun dengan komorbid.

(mdk/eko)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP