Din Syamsuddin Sebut Kerusakan Hutan Kalimantan Serius selama Puluhan Tahun
Merdeka.com - Ketua Dewan Penasihat Interfaith Rainforest Initiative (IRI) Indonesia, Din Syamsuddin menuturkan kerusakan hutan di Kalimantan berlangsung lama dan telah memasuki fase cukup serius. Keterlibatan pemuka agama untuk mencegah terjadinya kerusakan hutan berkelanjutan dinilainya sangat penting.
"Untuk Kaltim, Kalimantan umumnya, dikenal sebagai paru-paru dunia. Harus diakui puluhan tahun sejak dulu terjadi kerusakan hutan cukup serius," kata Din Syamsuddin usai mendeklarasikan IRI Chapter Kaltim di kantor Gubernur Kaltim, Samarinda, Jumat (9/4).
IRI Indonesia mendukung upaya pemerintah dalam upaya pelestarian hutan kembali. Termasuk penyelamatan satwa di dalamnya. Menurut Din, pemuka agama di Indonesia memiliki peranan penting ikut meminimalisir kerusakan hutan.
"Dunia mengakui agama punya peran strategis dalam menanggulangi masalah lingkungan hidup, bahkan menjadi krisis lingkungan yang dipandang sebagai krisis moral dari lingkungan hidup. Termasuk kerusakan hutan itu sejatinya krisis moral," ujar Din.
"Terutama karena manusia memandang hutan, alam, sebagai objek bukan subjek. Maka pendekatan agama dipandang sebuah pendekatan efektif sekarang ini di tingkat global," ungkap Din.
Apalagi Indonesia, sebagai bangsa beragama dan masyarakat adat dengan agama masing-masing. "Maka agama kita tampilkan sehingga menjadi problem solved," sebut Din.
Sementara itu, Direktur Program IRI Indonesia Hanafi Guciano menerangkan, dengan diluncurkannya IRI Kaltim akan dilanjutkan dengan training pemuka agama dari berbagai elemen agama. "Agar dapat membantu pemahaman lingkungan dan hutan melalui buku pedoman dan khutbah setiap agama," kata Hanafi.
Untuk diketahui, IRI Indonesia merupakan program pemberdayaan kelompok agama untuk perlindungan hutan, perubahan iklim dan masyarakat adat yang diluncurkan 2020 lalu.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya