Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa penyakit gagal ginjal masih menjadi penyakit yang rawan terjadi di masyarakat. Bahkan penyakit yang termasuk kategori kronis ini diidap satu dari 10 orang dewasa di seluruh dunia.
"Penyakit ginjal kronis perlu mendapatkan perhatian khusus karena satu dari 10 orang dewasa diperkirakan mengidap penyakit ginjal kronis (gagal ginjal)," kata Budi dalam acara webinar 'Hari Ginjal Sedunia 2021' Kamis (31/3).
"Dan bila tidak segera ditangani penyakit ginjal kronis dapat menyebabkan gagal ginjal yang mana membutuhkan Hemodialisa untuk pengobatannya," sambungnya.
Advertisement
100 Ribu Orang di Dunia Diperkirakan Meninggal Dunia
Budi menjelaskan jika penyakit gagal ginjal merupakan salah satu yang turut memakan banyak korban bilamana tidak tertangani dengan baik. Diperkirakan sekitar 100 ribu orang di dunia meninggal akibat penyakit ini.
Dengan angka yang cukup tinggi ini juga berlaku di Indonesia, di mana penyakit gagal kronis masih menjadi tantangan yang harus terselesaikan. Sebab pilihan pengobatan terbanyak saat ini masih mengandalkan hemodialisa atau cuci darah.
"Di Indonesia pasien dengan gagal ginjal kronis pada tahun 2020 adalah sekitar 200 ribu orang dan persentase pasiennya terlayani dengan Hemodialisa baru mencapai 51 penyakit ginjal kronis," ungkapnya.
Atas kondisi itu, Budi mengimbau bila cara terbaik sampai saat ini adalah untuk mencegah dan merawat kondisi kesehatan ginjal dengan membangun kesadaran masyarakat.
"Salah satunya dengan meningkatkan kesadaran masyarakat melalui program promosi dan edukasi penyakit ginjal kronis," tuturnya.
Advertisement
Perluas Pemeriksaan Bagi Masyarakat
Selain membangun kesadaran, lanjut Budi, pemerintah juga turut melakukan perluasan untuk meningkatkan skrining kesehatan bagi masyarakat untuk mendeteksi faktor resiko terjadinya gangguan penyakit ginjal kronis.
Melalui sejumlah trobosan di antaranya meningkatkan akses layanan ginjal melalui peningkatan kapasitas dan kapabilitas rumah sakit, menjaga mutu pelayanannya, melakukan perbaikan sistem pembiayaan.
Selanjutnya, pemerintah juga terus berusaha mengakomodir pelayanan penyakit ginjal kronik serta pemanfaatan teknologi tepat guna yang mendukung efisiensi pelayanan khususnya untuk penyakit ginjal.
"Mari bersama-sama kita tingkatkan lagi kesadaran kepedulian masyarakat di sekitar kita untuk lebih mengenal dan memelihara kesehatan ginjal kita selamat," tutup dia.