Presiden Joko Widodo (Jokowi) melakukan silaturahmi dengan para kepala sekolah penerima anugerah integritas Ujian Nasional (UN). Sebanyak 503 kepala sekolah, mulai dari SMP, SMA, SMK dan madrasah diundang ke Istana Negara."Saya melihat SMP saya, SMP 1 Surakarta di mana saya pernah belajar, masuk dalam peringkat sekolah yang punya kejujuran sangat baik, masak SMP sendiri enggak dibanggakan," kata Jokowi dalam sambutannya di Istana, Jakarta, Senin (21/20).Jokowi menegaskan, kejujuran adalah nilai fundamental dalam membangun bangsa. Bangsa Indonesia akan dihormati jika memiliki kejujuran yang tinggi dan memiliki rakyat yang penuh integritas."Banyak bangsa harus mendapat takdir sebagai bangsa yang gagal karena gagal menjaga integritas dan kejujuran. Nilai-nilai integritas harus ditumbuhkan sejak dini," jelas Jokowi.Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan mengatakan, 503 kepala sekolah yang hadir kali ini merupakan sekolah-sekolah yang melaksanakan UN secara berintegritas. Cara yang digunakan adalah dengan memperhatikan cara proses ketika para siswa mengikuti UN dalam waktu 6 tahun."Integritas adalah pondasi untuk melahirkan generasi berkarakter. Saat ini ada apatisme atas kejujuran dan integritas, di tengah itu masih banyak sekolah-sekolah yang memiliki integritas tinggi," jelas Anies."Sesuai dengan amanat Presiden untuk melakukan reformasi Ujian Nasional, UN tak lagi menjadi syarat kelulusan. Tapi ditambahkan lagi satu komponen reformasi mental, bukan hanya potensi akademik tapi kejujuran," tandasnya.
Di depan 503 kepsek, Jokowi klaim SMP-nya terbaik soal kejujuran
Sekolah-sekolah yang dipanggil adalah yang terbaik melaksanakan UN secara berintegritas.
Advertisement
Rekomendasi