Densus tangkap jaringan pelaku bom di Jakarta, Bandung hingga Jambi

Densus tangkap jaringan pelaku bom di Jakarta, Bandung hingga Jambi. Setidaknya lebih dari enam orang ditangkap. Dari Bandung polisi menangkap tiga orang berinisial J, W, dan A. Polisi juga menangkap R alias B asal Rembang, Jawa Tengah. Densus juga menangkap dua terduga berinisial M dan W alias AM.

Juven Martua Sitompul
Oleh Juven Martua Sitompul - Reporter
Densus tangkap jaringan pelaku bom di Jakarta, Bandung hingga Jambi
Polisi geledah kontrakan terduga teroris di Bandung. ©2017 Merdeka.com/dian rosadi

Pasca peristiwa bom bunuh diri di Kampung Melayu, Jakarta Timur, Rabu (24/5), Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri sudah menangkap beberapa orang yang diduga ikut terlibat dalam perencanaan bom tersebut. Mereka ditangkap di lokasi dan waktu yang berbeda.

Satu hari setelah peristiwa tersebut, polisi menggeledah beberapa rumah kontrakan di Bandung. Dari Bandung polisi menangkap tiga orang yang diduga memiliki kaitan dengan aksi bom Kampung Melayu. Ketiganya berinisial J, W, dan A. Polisi juga menangkap R alias B asal Rembang, Jawa Tengah. Terbaru, Densus menangkap satu orang di wilayah Cipayung, Jakarta Timur, hari ini, Selasa (30/5). Namun belum diketahui identitasnya.

"Satu orang yang ditangkap di Cipayung terkait dengan peledakan bom bunuh diri di Kampung Melayu," kata Kabagpenum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul di Komplek Mabes Polri, Jakarta, Selasa (30/5).

Martinus menuturkan, sejauh ini peran terduga teroris yang belum diketahui identitasnya itu masih terus didalami. "Jadi bersabar dulu masih dilakukan pemeriksaan intensif terhadap yang bersangkutan," ujarnya.

Densus juga menangkap dua terduga lainnya di Jambi. Martinus menyebut keduanya berinisial M (29) dan W alias AM (29). Dia mengungkapkan keduanya aktif dalam jaringan kelompok Jamaah Anshar Khilafah (JAK) yang merupakan bagian dari kelompok Jamaah Anshar Daulah (JAD).

"Dua orang penangkapan ini terkait aktivitasnya dalam kelompok JAK yang memang dalam beberapa ini adalah bagian dari kelompok JAD yang ada yang kemudian mereka sendiri ada tersendiri," ucap Martinus.

Untuk saat ini, kedua terduga teroris ini masih diperiksa secara intensif oleh Mapolda Jambi. Pemeriksaan dilakukan untuk mengungkap lebih terang peran dari kedua terduga teroris tersebut.

"Jadi ini masih kita dalami lagi tapi ini kami benarkan bahwa ada dua orang yang saat ini diperiksa di Mapolda Jambi ya," ucap mantan Kabid Polda Metro Jaya ini.

Rekomendasi