Massa kader dan simpatisan Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan cabang Kota Tangerang Selatan mendatangi Mapolres di Jalan Promoter, BSD, Senin (29/6). Mereka meminta Kepolisian menangkap pelaku pembakaran bendera di depan gedung DPR, Rabu (24/6) lalu.
Ketua DPC PDIP Tangsel, Wanto Sugito dalam orasinya di depan Mapolres Tangsel menuturkan, mendukung Kepolisian dalam menangkap pelaku pembakaran bendera partai.
"Saudara semua pengikut ajaran Bung Karno, Sukarnois Tangsel yang mewakili 7 kecamatan dan 54 kelurahan, apakah kalian membiarkan begitu saja bendera partai dibakar," tanya Wanto Sugito kepada demonstran, Senin (29/6).
Wanto menegaskan, pembakaran bendera PDIP dilakukan oleh kelompok masa anti demokrasi dan anti-Pancasila. "Lima hari lalu bendera PDIP dibakar oleh kelompok-kelompok antidemokrasi, anti-terhadap kebhinekaan, kelompok yang mengaku Pancasila tetapi tindakan politik mereka merugikan Pancasila," ucap dia.
Wanto menerangkan, pihaknya berdasarkan instruksi DPP PDIP, untuk tidak berbuat anarkisme dan menempuh jalur hukum terhadap tindakan anarkisme oleh kelompok anti-Pancasila.
"Perintah ideologi ibu Megawati menginstruksikan untuk menghindari anarkisme, untuk menempuh jalur hukum. Untuk itu kita semua hadir dalam kesempatan ini untuk mendukung Kepolisian agar segera menangkap pelaku pembakar bendera partai," tegasnya
Dalam aksi penyampaian aspirasi di Mapolres Tangsel, DPC PDIP Tangsel menolak tegas partainya diidentikkan dengan Partai Komunis Indonesia (PKI).
"Agar siapa pun pelaku yang membakar ditangkap, hari ini kita melihat bendera partai dibakar di samping bendera partai komunis indonesia. Seakan-akan PDIP sealiran dengan komunis," ujar Wanto kepada massa.