Data 25 Maret: Total Kasus Positif Corona 790, Sembuh 31 Pasien dan Meninggal 58

Seperti diketahui, berbagai upaya sedang dilakukan pemerintah memutus rantai penyebaran virus corona. Salah satunya dengan melakukan social distancing atau membatasi aktivitas sosial agar jaga jarak bisa diterapkan, hingga physical distancing atau membatasi kontak fisik.

Intan Umbari Prihatin
Oleh Intan Umbari Prihatin - Reporter
Data 25 Maret: Total Kasus Positif Corona 790, Sembuh 31 Pasien dan Meninggal 58
Jubir Pemerintah Achmad Yurianto. ©2020 Liputan6.com/Faizal Fanani

Pemerintah kembali memperbarui data kasus positif corona dari berbagai rumah sakit di seluruh di Indonesia. Data sampai hari ini, Rabu (25/3), terdapat 790 kasus positif Corona atau Covid-19.

"Yang kita dapat mulai tanggal 24 Maret pukul 12.00 hingga 25 pukul 12.00 WIB. Kemarin 685 kasus positif, ditambah sekarang 105. Jadi total 790 kasus," kata Juru Bicara Pemerintah Untuk Penanganan Virus Corona atau Covid-19 Achmad Yurianto, di Gedung BNPB, Jakarta Timur.

Selain itu, katanya, tim medis juga berhasil menyembuhkan pasien yang telah melewati dua kali pemeriksaan dan hasilnya dinyatakan negatif dari Corona. "Kita nyatakan sembuh dengan total kasus sembuh 31 orang," kata Yuri.

Untuk jumlah pasien meninggal dunia juga bertambah. "Kemudian tambahan meninggal dari kemarin kita rilis menjadi total 58 kasus meninggal menjadi (orang)," ungkap Yuri.

Seperti diketahui, berbagai upaya sedang dilakukan pemerintah menyikapi penyebaran virus corona. Salah satunya dengan melakukan social distancing atau membatasi aktivitas sosial agar jaga jarak bisa diterapkan, hingga physical distancing atau membatasi kontak fisik.

Presiden Jokowi sudah mempertimbangkan secara matang langkah tersebut dari pada harus mengambil keputusan mengunci suatu daerah dari berbagai aktivitas atau lockdown.

"Dan itu sudah saya pelajari saya memiliki analisa seperti ini. dari semua negara, kebijakan mereka apa, mereka melakukan apa, kemudian hasilnya apa, semuanya dari kementerian luar negeri dari dubes dubes yang ada terus kita pantau setiap hari," ujar Jokowi.

Menurutnya, kebijakan yang cocok untuk Indonesia ialah physical distancing atau jaga jarak secara fisik. Apabila rakyat bisa disiplin melakukan, Jokowi yakin penyebaran corona bisa dicegah.

Rekomendasi