Tim Badan SAR Nasional (Basarnas) berencana menghentikan operasi pencarian korban AirAsia QZ8501 di Perairan Karimata, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, yang hari ini sudah memasuki hari ke-17.Namun, pihak keluarga korban berharap rencana itu tidak dilakukan. Sebab, mereka berharap dengan sangat keluarganya berhasil ditemukan, sesuai instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi)."Kami sudah sangat menunggu, kami masih ingin dibantu. Jadi kami masih ingin mencari bersama-sama di lokasi. Saya berharap operasi pencarian ini tidak dihentikan," kata Frangky Candra, kakak Gani Candra, warga Surabaya yang menjadi salah satu penumpang AirAsia QZ8501, Selasa (13/10).Franky yang hari ini kembali mendatangi Posko Crisis Center Polda Jawa Timur itu juga mengaku menyadari jika operasi pencarian dikecilkan atau dikurangi, karena lokasi pencarian sudah ditemukan. "Siapapun yang ada di posisi kami, ingin tetap diperjuangkan, kami ingin keluarga kami bisa dimakamkan. Kami akan terus menunggu," katanya.Kami sadar, lanjut dia, karena pencarian sudah dekat dengan badan pesawat, pasti ketemu. "Kami memaklumi jika operasinya dikurangi, kami memaklumi karen sebelumnya lokasi belum ditemukan, ketika sudah ditemukan kemudian dikurangi, kami maklumi itu."Senada, Leony, warga Surabaya, yang juga kehilangan empat anaknya, penumpang AirAsia QZ8501, yaitu Lia Sari, Mulyo Hadi, Angelin dan Ardian Fernando, tetap berharap Tim SAR mengurungkan niatnya untuk menghentikan operasi pencarian."Empat keluarga saya belum ditemukan. Saya tidak mau dihentikan. Instruksinya presiden (Jokowi) kan tidak boleh dihentikan, harus sampai ketemu semua. Saya juga sampai sekarang menunggu di Polda (Jatim) menanti kedatangan keluarga saya," ujar Leony.Sebelumnya, pasca-penemuan black box, Tim SAR berencana menghentikan operasi pencarian. Ada dua opsi yang ditawarkan pihak Basarnas kepada keluarga korban.Kepala Basarnas, Marsdya Bambang Soelistyo mengatakan hari ini pihaknya akan bertemu keluarga untuk menyampaikan perkembangan terakhir dari penanganan AirAsia."Hari ke 16 (kemarin) kita temukan flight data recorder bagian dari black box sudah ditemukan. FDR bisa kita baca serial dan flight numbernya dan bisa diklarifikasi ke pihak yang memproduksinya," ujarnya di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (13/1)."Dalam 3-4 hari ini akan kita sampaikan keputusan kita atas pencarian AirAsia. Kita usulkan dua opsi, pertama operasi harian dibantu oleh kekuatan asing dan kedua dibantu TNI atau TNI yang melanjutkan. Saya akan lihat perkembangan. Yang penting bagi kami Basarnas bisa membantu keluarga menemukan korban," ujarnya.Soelistyo mengakui tidak mudah mencari korban yang sudah di dalam air ketimbang daratan. Bahkan, dirinya pesimis 162 korban AirAsia akan ditemukan semua."Dalam UU ditetapkan 7 hari kemudian diperpanjang 7 hari dan terus kami perpanjang hingga ke 17 dan saya sampaikan pencarian ini bukan tidak ada akhirnya, karena saya hari ini bertemu keluarga untuk menyampaikan ini," ungkapnya.Hingga hari ini, korban AirAsia yang berhasil ditemukan hanya 48 jenazah. Rinciannya, 36 sudah teridentifikasi, 12 sisanya masih dalam proses identifikasi oleh Tim DVI Polda Jawa Timur.
Cuma 48 korban AirAsia ditemukan, keluarga minta dicari terus
"Kami sudah sangat menunggu, kami masih ingin dibantu. Jadi kami masih ingin mencari," kata Frangky.
Halaman Berikutnya
Tito Karnavian Sepakati Langkah Percepatan Pemulihan Pascabencana di Bener Meriah
Rekomendasi