Cerita Sujono puluhan tahun tarik gerobak keliling Kota Malang

Kendati kereta sampah Pak Su terlihat lusuh, tidak jarang beberapa orang mengajaknya berfoto selfie.

Darmadi Sasongko
Oleh Darmadi Sasongko - Reporter
Cerita Sujono puluhan tahun tarik gerobak keliling Kota Malang
Sujono penarik gerobak di Malang. ©2016 merdeka.com/darmadi sasongko

Sujono atau Sujoyo (71) selalu berjalan-jalan dengan gerobak kesayangannya keliling Kota Malang. Kebiasaan itu sudah dilakukannya sejak puluhan tahun lalu.Sehari-hari, Pak Su demikian dikenal, selalu menyusuri jalanan Kota Malang dengan gerobak yang dikaitkan ke tubuhnya. Ke mana pun pergi, seolah gerobak itu tidak pernah lepas dari tubuhnya.Sekilas gerobak itu terlihat hanyalah sampah plastik, tetapi jika diperhatikan tampak pakaian keseharian di dalamnya. Pria yang mengaku asal Tumpang, Kabupaten Malang itu tak pernah berhenti berkeliling, sehingga warga Malang tak merasa asing.Sosok Pak Su yang terlihat berat menarik gerobaknya, mengundang rasa kasihan siapa saja yang melihat. Saking beratnya, lipatan koran tebal digunakan menahan antara dagu dan dadanya. Dia terlihat sesekali duduk di halte untuk sekadar beristirahat, bahkan tertidur dengan posisi duduk.

Sujono penarik gerobak di Malang ©2016 merdeka.com/darmadi sasongko


Sesekali terlihat beberapa orang memberikan sebungkus makanan atau uang sebagai belas kasihan. Tidak ada yang tahu pasti, sejak kapan Pak Su menarik gerobak itu.

"Sudah bertahun-tahun, mungkin berpuluh-puluh tahun. Sejak saya tahu seingat saya sudah membawa gerobaknya," kata petugas Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) yang sehari-hari membersihkan jalanan di sekitar Kelurahan Blimbing, Widodo, di Malang, Kamis (14/4).

Widodo menceritakan, Pak Su pernah mangkal di sekitar Jalan Veteran, namun belakangan lebih banyak berada di sekitar Kelurahan Blimbing dan sekitarnya. Biasanya Pak Su berjalan menuju ke arah utara dan putar balik di sekitar Telkom Blimbing.Setelah balik ke selatan, akan putar balik lagi di perempatan sekitar Hotel Santika. Sepanjang perjalanan Pak Su, tidak jarang berkomunikasi kecuali saat disapa warga.

Sujono penarik gerobak di Malang ©2016 merdeka.com/darmadi sasongko

"Kalau diajak bicara lancar dan selalu bercerita banyak hal, tetapi memang terkadang ke sana-sini. Kalau ditanya kadang mengaku orang Pakis, orang Gunung Kawi," katanya.Merdeka.com berbincang banyak dengan Pak Su saat berganti pakaian di pinggir jalanan. Dalam ceritanya banyak berkisah tentang falsafah hidup, termasuk tentang putaran hidup yang dijalaninya."Hidup itu seperti 'susur' (tembakau untuk nginang) yang berputar-putar seperti yang dijalaninya manusia di dunia ini. Ada yang ke utara dan ke selatan, tapi nantinya berkumpul, sesuai kebaikannya," katanya dalam bahasa Jawa.Kendati kereta sampah Pak Su terlihat lusuh, tidak jarang beberapa orang mengajaknya berfoto selfie. Dia pun santai memandangi anak-anak muda yang asyik mengambil gambarnya.

Rekomendasi