Cerita Pemilik SPBU di Aceh Kekosongan BBM karena Imbas Bank Syariah Error
Merdeka.com - Imbas bermasalahnya layanan bank syariah beberapa waktu lalu menyebabkan, sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN) di Aceh mengalami kekosongan BBM.
Salah satu SPBU yang sempat mengalami kekosongan BBM yakni SPBU di Simpang Jam, Banda Aceh. Pemiliknya, Mahfud, mengaku SPBU yang dikelolanya kosong BBM sejak kemarin, Senin (15/5).
"Siang ini baru dikabari BBM masuk lagi setelah berhasil kami tebus kredit ke Pertamina," kata Mahfud, Selasa (16/5).
Kendala yang dialami Mahfud itu bermula saat dia ingin melunasi kredit yang diberikan Pertamina usai layanan bank syariah eror. Setelah tiga hari memanfaatkan kredit dengan total uang Rp1,1 miliar, Mahfud mendatangi bank sebab cuma di bank itu ada layanan host to host. Namun ternyata, layanannya masih error.
Mahfud lantas menyambangi bank syariah lokal. Namun transfer uang ke luar di bank tersebut hanya bisa dilakukan dengan sistem kliring. Uang yang dikirim itu pun tertunda masuk ke Pertamina selama beberapa hari.
"Jadi uang yang kami setor hari Jumat itu enggak masuk hari itu juga ke Pertamina, butuh beberapa hari, sehingga kami terhambat masuk BBM," jelasnya.
Sementara itu, Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Wilayah Aceh Nahrawi Noerdin, mengatakan dari laporan yang ia terima sejumlah pengusaha SPBU di Aceh masih mengalami kendala transaksi lewat bank syariah untuk penebusan BBM ke Pertamina.
"Bahkan di Aceh Tamiang terpaksa pergi ke bank yang ada di Stabat (Sumatra Utara) untuk menebus BBM," ujarnya.
Lain lagi yang dialami pengusaha Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN) di Aceh Selatan. Kata Nahrawi, sudah satu minggu BBM kosong di sana lantaran pengusaha tidak bisa menebus ke Pertamina imbas bank syariah error.
"Ini bukan persoalan di Pertaminanya, tapi sistem di BSI yang masih carut-marut sehingga dampaknya ke masyarakat luas apalagi kita di Aceh memang tidak ada pilihan bank lain," katanya.
Di samping itu, Nahrawi Noerdin berharap agar bank syariah lokal segera menjajaki kerja sama dengan Pertamina, sehingga dapat memudahkan pengusaha SPBU di Aceh melakukan penebusan BBM.
"Kami berharap Bank Aceh Syariah milik Pemerintah Aceh ini, bisa kerja sama melakukan transaksi dengan Pertamina dengan sistem host to host," ungkapnya.
Terpisah, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) memastikan seluruh layanan perbankan perseroan sudah berangsur normal dan pulih sejak Kamis (11/5) kemarin. Gangguan yang dialami IT BSI sendiri dapat segera dipulihkan dan ini merupakan response recovery yang baik.
Direktur Utama BSI, Hery Gunardi mengatakan, pihaknya senantiasa meningkatkan dan melakukan perbaikan pengamanan sistem IT perseroan berdasarkan pedoman dan standar yang ditetapkan.
"Gangguan di IT BSI sebenarnya telah dapat dipulihkan (recover operation) segera dan ini merupakan response recovery yang baik. Prioritas utama kami menjaga data dan dana nasabah," katanya dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (13/5).
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya