Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Buya Syafii Maarif mengomentari puisi yang dibacakan Neno Warisman di acara Munajat 212 beberapa waktu yang lalu. Buya menilai apa yang dilakukan oleh Neno Warisman adalah suatu hal tak pantas.
Buya Syafii kemudian meluruskan soal doa tersebut. Apa yang dibacakan Neno Warisman memang merupakan doa Nabi Muhammad saat Perang Badar. Meskipun demikian, doa dari Nabi Muhammad di Perang Badar itu dibacakan dalam konteks yang tidak tepat oleh Neno Warisman
"Iya betul doa Perang Badar. Tentara Islam 300 tentara Quraish 200 ribu. Yang menang minoritas itu karena kualitasnya itu. Itu tu Nabi berdoa waktu itu. Kalau kami kalah ya Allah mungkin tidak ada orang yang menyembah- Mu. Ini konteksnya itu. Apakah Jokowi itu kafir, yang ndak to?" ujar Buya Syafii di UMY, Jumat (1/3).
Buya Syafii meminta tak mencampuradukan agama dengan politik dengan cara yang tidak pantas. Ada sopan santun, adab yang harus dipegang.
"Dia nggak ngerti agama. Neno nggak paham agama. Hanya pakai jilbab itu bukan jaminan dia mengerti agama," papar Buya Syafii.