Bocah laki-laki, Rasidi (6), warga Desa Sarijaya, Sangasanga di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, yang tenggelam di Sungai Mahakam, siang ini ditemukan meninggal. Jenazahnya diserahkan ke keluarganya untuk dimakamkan.
Jasad Rasidi ditemukan di perairan sungai kurang dari 24 jam usai jasad ayahnya, Untung (39), ditemukan masyarakat lebih dulu pada Selasa (15/6) petang kemarin.
"Korban (Rasidi) ditemukan sekitar jam 12.20 Wita tengah hari tadi. Berjarak sekitar 50 meter dari titik perkiraan awal korban tenggelam di sungai," kata Kepala Basarnas Balikpapan Melkianus Kotta, Rabu (16/6).
Koordinator Basarnas Unit Siaga SAR Samarinda Riqi Effendi menerangkan, jasad korban Rasidi ditemukan dalam posisi tersangkut jangkar buatan perahu warga.
"Jangkar itu dibuat warga yang ikut penyisiran sungai. Jadi, tim SAR gabungan bersama warga kemudian mengevakuasi jenazah korban ke ambulan," ujar Riqi.
Dengan demikian, lanjut Riqi, operasi SAR pencarian korban berakhir dan ditutup sekitar pukul 12.45 Wita. Semua unsur SAR yang terlibat kembali ke satuan masing-masing untuk kembali bersiap siaga.
"Atas permintaan keluarga, jenazah korban (Rasidi) dibawa ke rumah duka," pungkas Riqi.
Diberitakan sebelumnya, Selasa (15/6) sore sekitar pukul 16.00 Wita, Untung dan anaknya pergi berkeliling sungai menggunakan perahu. Di perjalanan, perahu mereka terkena gelombang sungai, dan keduanya tercebur ke sungai. Untung yang berupaya menolong putranya terseret arus deras sungai lalu tenggelam. Dia akhirnya ditemukan meninggal, dan Rasidi hilang tenggelam usai kejadian.