Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengklaim angka kebakaran hutan dan lahan (karhutla) 2017 mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu. Penurunan angka kebakaran sekitar 61 persen."Data yang kita miliki pada 1 Januari hingga 29 Agustus 2015 ada 32.734 titik api. Sementara 2017 tercatat hanya 12.884 titik api," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, saat jumpa pers penanganan kebakaran hutan dan lahan di berapa daerah di Indonesia di gedung BNPB, Jakarta, Senin (29/8).Meskipun, kata Sutopo, saat masih ada 138 titik api yang masih menyala di beberapa wilayah. Dari 138 titik api tersebut, 85 di antaranya berada di Riau.Meski api kebakaran lahan mulai terpantau, beruntung rute penerbangan pesawat di beberapa bandara tidak mengalami kendala dan masyarakat sekitar masih beraktivitas seperti biasa."Rute penerbangan di bandara tidak ada yang cancel. Begitupun sekolah-sekolah tetap normal seperti biasa, aktivitas masyarakat juga normal," terangnya.Lebih jauh Sutopo menilai bahwa anomali cuaca turut mendukung menurunnya kebakaran hutan di beberapa wilayah."Ya pengaruhnya ada, dampaknya hujan jadi kemarau basah dan pengaruh lainnya menyebabkan musim kemarau tidak kering dan menyebabkan hujan atau musim hujan lebih cepat datangnya," beber Sutopo.Saat ini, kata Sutopo, beberapa lembaga terkait sudah berusaha melakukan pencegahan kebakaran hutan mulai dari Pemda, TNI, Polri secara bersama-sama ikut berpartisipasi."Ya ini berkat kerjasama dengan semua pihak, di antaranya TNI, Polri dan Pemerintah Daerah," pungkasnya.
BNPB klaim angka kebakaran hutan tahun ini menurun dibandingkan 2015
Penurunan titik api akibat kebakaran hutan mencapai 61 persen.
Advertisement
Rekomendasi