Persenjataan militer Indonesia dulu tergantung angin politik pemerintah. Tak heran jika negeri ini sempat memiliki armada modern dan paling terbaru yang diperoleh dari Blok Barat maupun Blok Timur.Kedua blok ini selalu bersaing dalam hal kemampuan tempur, baik secara kualitas maupun kuantitas. Pembelian senjata jelas tak segampang membeli beras di pasar. Banyak hal yang harus diperhitungkan. Indonesia sempat punya kenangan buruk saat pesawat MiG dari Rusia kekurangan suku cadang saat pemerintah Orde Baru tiba-tiba memutus semua hubungan dengan Rusia. Sebaliknya, ada juga saat F-16 TNI kekurangan suku cadang karena diembargo AS.Kini zaman sudah berbeda. Perang dingin sudah berakhir. Namun tetap saja Indonesia harus berpikir matang sebelum memutuskan membeli pesawat jet yang akan dipakai TNI AU. Kini mana yang lebih baik untuk Indonesia, pesawat tempur Blok Barat atau Rusia? Apalagi TNI AU tengah mencari pengganti F-5 Tiger.Pengamat militer dan intelijen, Wawan Hari Purwanto menjelaskan, sejak merdeka, Indonesia kerap menggunakan peralatan tempur dari Rusia, seperti pesawat jet MiG-17 hingga MiG-21. Tak ketinggalan, Indonesia sempat memiliki pesawat pembom Tupolev Tu-16."Sukhoi belakangan jadi andalan kita, itu juga bikinan Rusia. Mereka juga berikan izin kepada kita untuk membuat bom 100 kg," ujar Wawan saat berbincang dengan merdeka.com, Rabu (8/4) kemarin.Meski begitu, tak sedikit pula produk Barat yang dimiliki Indonesia, seperti F-16 Fighting Falcon, A4 Skyhawk, F-5 Tiger hingga Hawk MK-53. Hanya saja, pengalaman embargo militer yang dilakukan Amerika sempat berimbas kepada kemampuan Indonesia hingga membuat banyak pesawat dikanibalisasi hingga grounded."Beli suku cadang dari negara ketiga juga masalah lagi. Yang jelas banyak pesawat militer terpaksa dikanibalisasi atau grounded itu karena embargo," tambahnya.Kini tinggal keputusan pemerintah untuk mencari pengganti F-5 Tiger, apakah membeli F-16 Blok 52 lagi, atau Sukhoi Su-35, atau bahkan Dassault Rafale yang baru diperagakan Prancis di Halim Perdanakusuma beberapa waktu lalu? Kita tunggu saja.
Blok Barat atau Rusia, pesawat siapa yang lebih baik untuk TNI AU?
Pembelian senjata jelas tak segampang membeli beras di pasar. Banyak hal yang harus diperhitungkan.
Advertisement
Rekomendasi