Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono meninjau Bendungan Karalloe di Kabupaten Jeneponto. Rencananya, Selasa (23/11) Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan meresmikan Bendungan Karalloe.
Basuki mengatakan Bendungan Karalloe merupakan bendungan kesembilan yang akan diresmikan oleh Presiden Jokowi selama tahun 2021. Dari sembilan bendungan tersebut, tiga di antaranya berada di Sulawesi Selatan (Sulsel).
"Bendungan ini adalah bendungan kesembilan yang besok akan diresmikan oleh Presiden Jokowi untuk tahun 2021 ini. September kemarin kita resmikan Bendungan Passeloreng yang juga ada di Sulsel dan sekarang di Jeneponto ini," ujarnya kepada wartawan, Senin (22/11).
Basuki mengatakan Bendungan Karalloe sebenarnya sudah dilakukan sejak tahun 2013. Hanya saja, pembangunannya terkendala pembebasan lahan.
"Tahun 2017 saya ke sini, kita baru bisa berjalan lagi dan alhamdulillah bisa diselesaikan lebih maju dari seharusnya. Maju beberapa bulan," kata Basuki.
Basuki menjelaskan Bendungan Karalloe memiliki kapasitas 40 juta meter kubik. Ia mengatakan Bendungan Karalloe selain untuk irigasi juga memiliki potensi sebagai pengendali banjir sebesar 49 liter per detik dan pembangkit listrik mikrohidro dengan kapasitas 4,5 Megawatt.
"Ini bisa mengurangi banjir 49 persen di Jeneponto," ungkapnya.
Basuki menambahkan setelah diresmikan Presiden Jokowi, pihaknya akan mengosongkan air sampai level terendah Bendungan Karalloe. Hal tersebut dilakukan untuk penanganan banjir di tengah ancaman badai La Nina.
"Nanti kita akan kosongkan, setelah diresmikan oleh bapak presiden. Nanti (pintu air) akan dibuka untuk mengosongkan sampai ke muka air paling rendah," tegasnya.
Basuki menyebut Sulsel menjadi prioritas bersama dua provinsi lainnya yakni Lampung dan Sumatera Selatan dalam pembangunan bendungan. Setelah Bendungan Karalloe, ke depannya ada Bendungan Pamukkulu di Kabupaten Takalar, Jenelata Gowa dan Rongkong di Luwu Utara.
"Jadi Sulsel sejak saya kepala seksi dulu, memang sudah diprediksi untuk menjadi lumbung pangan nasional setelah Jawa menjadi importir. Makanya di Lampung banyak dibangun bendungan, di Sumsel juga dan Sulsel minimal ada tiga lagi yang dibangun dalam lima tahun ini," ucapnya.