Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerima delegasi Menteri Pertahanan Republik Korea Selatan di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (31/1). Jokowi didampingi Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.
"Tujuan utama (pertemuan) adalah peningkatan kerja sama, kerja sama dalam bidang apa pun termasuk kalau Kemenhan dalam bidang pertahanan termasuk alutsista," ungkap Ryamizard seusai pertemuan.
Selain itu, Jokowi dan delegasi Korsel membahas kerja sama di bidang intelijen. Kedua negara sepakat memberantas terorisme yang mengancam keamanan dunia.
"Tujuan kita sama memberantas teroris," ujar dia.
Dalam pertemuan, Jokowi juga menyinggung soal kerja sama pengadaan kapal selam. Perlu diketahui, pemerintah membeli tiga kapal selam dari Korea Selatan, namun baru satu yang sampai ke Tanah Air yakni KRI Nagapasa 403.
Terpisah, Menteri Pertahanan Korea Selatan Song Young-Moo mengatakan, berdasarkan kesepakatan tahun lalu kedua negara akan meningkatkan hubungan menjadi kemitraan strategis khusus. Menindaklanjuti kesepakatan itu, pihaknya menemui Presiden Jokowi untuk membahas kerja sama di bidang pertahanan diplomasi dan industri pertahanan.
"Kami akan melakukan kerja sama yang lebih erat di berbagai bidang termasuk pertahanan diplomasi dan industri pertahanan. Dan kami akan berjalan beriringan dengan Indonesia dan Indonesia merupakan negara yang sangat penting bagi Korsel," jelas dia.