Beredar Undangan Deklarasi Dukung Laksamana Yudo Margono Jadi Panglima TNI

“Tunggu saja nanti deklarasinya,” jelas Sem.

Randy Ferdi Firdaus
Oleh Randy Ferdi Firdaus - Reporter
Beredar Undangan Deklarasi Dukung Laksamana Yudo Margono Jadi Panglima TNI
Laksamana TNI Yudo Margono. ©Istimewa

Beredar flyer digital bernarasi deklarasi dan dukungan kepada Kasal Laksamana Yudo Margono menjadi calon Panglima TNI. Selebaran itu diklaim mengatasnamakan Indonesia Maritime Student. Dalam flyer itu juga tercantum nomor telepon koordinator deklarasi.

Saat dihubungi, Sem, seorang mahasiswa Unindra mengakui gerakan Indonesia Maritime Student mendukung Yudo sebagai calon Panglima TNI. Namun dia tak mau menjelaskan detil. Dia meminta menunggu deklarasi tersebut yang digelar, Sabtu 4 September 2021 di sebuah kedai di Pasar Rebo, Jakarta Timur.

"Tunggu saja nanti deklarasinya," jelas Sem saat dihubungi, Kamis (2/9) malam.

Dia menegaskan, gerakan mahasiswa ini tidak punya relasi dan kepentingan apapun secara personal terhadap kandidat calon Panglima TNI. Menurut dia, gerakan ini murni sebagai anak bangsa yang peduli dengan negara.

Diketahui, hingga kini Presiden Joko Widodo (Jokowi), belum memutuskan siapa calon panglima TNI pengganti, Marsekal Hadi Tjahjanto. Sementara Hadi bakal memasuki masa pensiun akhir tahun 2021. Tiga kandidat kuat yakni Kasad Jenderal Andika Perkasa, Kasal Laksamana Yudo Margono dan Kasau Marsekal Fadjar Prasetyo.

"Kita memang solidaritas mahasiswa, dan tidak tidak ada hubungan dengan calon panglima manapun. Murni sebagai anak bangsa menilai memang dia (Yudo) lumayan layak menjadi panglima," kata Sem lagi.

Sementara itu, Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Julius Widjojono menegaskan, TNI AL tidak terkait dengan gerakan Indonesia Maritime Student. Gerakan tersebut, kata dia, tidak ada hubungannya dengan kegiatan TNI Angkatan Laut.

"TNI AL memahami bahwa pemilihan Calon Panglima TNI merupakan hak prerogatif Presiden dan TNI AL sampai saat ini masih fokus untuk mendukung program pemerintah menanggulangi Covid-19 melalui serbuan vaksinasi," jelas Julius.

Rekomendasi