Bencana Hidrometeorologi, Kabupaten Wajo dan Luwu Raya Jadi Perhatian Serius

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) meminta 24 kabupaten dan kota untuk siap siaga menghadapi potensi bencana hidrometeorologi (bencana yang dipicu iklim dan cuaca). Apalagi, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan ancaman La Nina.

Ihwan Fajar
Oleh Ihwan Fajar - Reporter
Bencana Hidrometeorologi, Kabupaten Wajo dan Luwu Raya Jadi Perhatian Serius
Apel Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Penanganan Bencana Alam dan Pengecekan Peralatan SAR di Lapangan Ka. ©2021 Merdeka.com

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel) meminta 24 kabupaten dan kota untuk siap siaga menghadapi potensi bencana hidrometeorologi (bencana yang dipicu iklim dan cuaca). Apalagi, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan ancaman La Nina.

Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman menyebutkan sejumlah kabupaten dan kota di Sulsel berpotensi terdampak bencana hidrometeorologi. Berdasarkan pemetaan yang dilakukan, Kabupaten Wajo dan Luwu Raya menjadi daerah yang perlu perhatian serius.

"Belajar dari pengalaman lalu, ada sudah langganan kayak Wajo, wilayah longsor seperti Luwu Raya seperti Palopo, Masamba, dan beberapa daerah selatan perlu diwaspadai dan kesiapsiagaan," kata Andi Sudirman usai Apel Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Penanganan Bencana Alam dan Pengecekan Peralatan SAR di Lapangan Karebosi Makassar, Kamis (11/11).

Andi Sudirman juga meminta pemerintah daerah di Sulsel untuk selalu siaga dan waspada akan ancaman bencana hidrometeorologi. Ia berharap stakeholder seperti Basarnas, TNI, dan Polri bisa bersama-sama untuk siaga mengantisipasi bencana.

"Kita juga harap pemerintah daerah melakukan hal yang sama. Terima kasih Polda dan TNI telah mengarahkan pasukan dan juga BPBD, SAR," tuturnya.

Andi Sudirman menambahkan sejumlah peralatan untuk penanganan kebencanaan masih dalam kondisi baik dan terawat. Ia berharap kondisi tersebut bisa digunakan jika bencana datang.

"Ini sebagai ikhtiar, usaha kita persiapan kesiapsiagaan karena perencanaan terbaik adalah kesiapan terbaik. Kita sudah cek semua alat dan dipastikan fungsional tetap terawat," tegasnya,

Sementara itu, Kepala Biro Ops Polda Sulsel, Komisaris Besar Adeni Muhan Daeng Pabali menambahkan pihaknya sudah memerintahkan seluruh Polres dan Polsek di Sulsel untuk siaga bencana. Ia berharap polisi bisa hadir membantu warga yang terkena bencana alam.

"Untuk personel kita kerahkan semua, termasuk yang di Polsek dan Polres membantu warga yang terdampak bencana," ucapnya.

Rekomendasi