Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Belum Melihat Guguran Lava Pijar, Ratusan Warga Lereng Gunung Merapi Enggan Mengungsi

Belum Melihat Guguran Lava Pijar, Ratusan Warga Lereng Gunung Merapi Enggan Mengungsi Memantau aktivitas Merapi. ©2020 Liputan6.com/Johan Tallo

Merdeka.com - 365 warga di kawasan rawan bencana (KRB) III Merapi Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten yang masih enggan mengungsi hingga saat ini. Mereka beralasan kondisi gunung di perbatasan Jawa Tengah dan Yogyakarta tersebut belum membahayakan, meskipun status Merapi telah dinaikkan dari level 2 atau waspada menjadi level 3 atau siaga.

"Untuk KRB III itu ada 3 dukuh, Bangan, Deles dan Betung. Kesemuanya ada 123 KK (kepala keluarga), 365 jiwa," kata warga Desa Sidorejo, Donal Jack saat dihubungi wartawan, Senin (30/11).

Donal mengatakan, meski warga saat ini memilih bertahan di rumah, namun mereka tetap menjaga hubungan dengan orang luar jika sewaktu-waktu Merapi bergejolak. Selain itu, warga mempelajari kondisi Merapi dengan berpedoman edaran cara menghadapi bencana Merapi pada tiap levelnya, yakni 'Catur Gatra Ngadepi Bebaya'.

"Mereka belajar mengenali Merapi saat ini diterjemahkan dalam Catur Gatra Ngadepi Bebaya’. Status siaga atau level 3 di catur gatra itu dituliskan bahwa belum mendengar gemuruh terus menerus, atau belum melihat guguran lava pijar," ujarnya.

Dengan alasan itu, lanjut Donal, warga memilih bertahan di rumah. Namun mereka tetap mempersiapkan segala sesuatu. Baik kendaraan evakuasi maupun tas siaga bencana serta tempat evakuasi sementara yang sudah disiapkan dengan segala fasilitasnya.

Dalam edaran Catur Gatra Ngadepi Bebaya level 3 pada poin terakhir disebutkan 'segera mengungsi bila mulai terlihat guguran lava pijar /awan panas kecil / suara gemuruh yang menerus'.

Donal menambahkan, dari seluruh di saat diperkirakan ada 1.200 kepala keluarga lebih, dengan hampir 5.000 jiwa.

(mdk/fik)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP