Korban kericuhan saat laga Arema FC kontra Persib Bandung di Stadion Kanjuruhan Malang masih menjalani perawatan di rumah sakit. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kanjuruan Malang hingga masih merawat tiga orang korban.
Kabag Humas RSUD Kanjuruan, Malang Suwarno mengatakan, dari sekitar 150 korban yang dibawa ke rumah sakit, kini tersisa 3 orang yang masih menjalani rawat inap. Namun ketiganya akan segera dirujuk ke sejumlah rumah sakit.
"Salah satu korban karena alasan domisili dirujuk ke RS Dr Iskak Tulungagung," kata Suwarno kepada wartawan di RSUD Kanjuruan Malang, Senin (16/4).
Korban rata-rata mengalami sesak nafas dan pedih di mata akibat gas air mata, serta terinjak-injak penonton lain. Salah satu korban, Uniko mengalami luka agak parah dan harus dirujuk di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang.
Sementara korban atas nama Leonardo asal Pakis Malang, segera diperbolehkan pulang, sedangkan korban atas nama Noval dirujuk ke RS Iskak Tulungagung. Beberapa korban juga menjalani perawatan di RS Wava Husada.
Untuk diketahui, terjadi kericuhan pada laga Arema FC lawan Persib Bandung di Go-Jek Liga 1 bersama Bukalapak di Stadion Kanjuruhan Malang, Minggu (15/4).
Pada penghujung pertandingan Aremania (supporter Arema) merangsek masuk lapangan dan terlibat baku hantam dengan petugas pengaman pertandingan, yang berupaya mengamankan perangkat pertandingan dan pemain juga ofisial kedua tim.
Aparat kepolisian mencoba melerai pertarungan dengan menembakkan gas air mata beberapa kali. Akibatnya sejumlah suporter tumbang terkena dampak gas air mata tersebut.
Kericuhan juga diwarnai pelemparan benda-benda keras dari tribun ke arah lapangan, termasuk menyasar bench kedua tim.
Akibat kericuhan tersebut pelatih Persib Bandung, Mario Gomez mengalami luka di pelipis yang diduga akibat lembaran penonton.
"Terima kasih pada semua pihak yang telah peduli. Saya baik-baik saja. Ini hanya luka di daging. Saya harap, ini tak terjadi lagi. Kita pantas bermain sepakbola tanpa kekerasan," tulis Gomes dalam akun instagramnya.