Bareskrim Polri mengungkap penyelundupan manusia di Makassar dan di Dumai, Riau. Di Makassar, polisi mengamankan delapan orang warga Nepal. Sedangkan di Dumai, polisi berhasil mengamankan 74 imigran gelap asal Bangladesh.Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen (Pol) Herry Rudolf Nahak mengatakan terdapat sekitar 14.191 imigran di Indonesia."Berdasarkan data yang kita dapat dari UNHCR (United Nations High Commissioner for Refugees/Komisioner Tinggi PBB untuk Pengungsi) saat ini terdapat sekitar 14.191 imigran di Indonesia yang masuk secara gelap," katanya di Bareskrim Polri, Gedung KKP, Jakarta Pusat, Rabu (29/3).Lebih lanjut Herry mengatakan para imigran tersebut datang dari berbagai negara, seperti Srilanka, Palestina, Nigeria, Iran, Nigeria, Myanmar, dan Somalia. "Kalau kita lihat negara-negara ini rata-rata beberapa negara yang di dalam negaranya terjadi konflik," kata Herry.Herry juga mengatakan bahwa presentase jumlah asal imigran yang ada di Indonesia berbeda. Tapi yang paling besar berasal dari Afganistan."Presentasenya bervariasi. Namun yang paling besar, sebesar 50 persen berasal dari Afganistan," katanya.Tindak pidana penyelundupan manusia di Makassar dilakukan oleh jaringan Makassar yakni Muhammad Alif dkk. Sedangkan di Dumai, Riau, dilakukan oleh Haji Saleh dkk.
Bareskrim: Saat ini ada 14.191 imigran gelap di Indonesia
Bareskrim Polri mengungkap penyelundupan manusia di Makassar dan di Dumai, Riau. Di Makassar, polisi mengamankan delapan orang warga Nepal. Sedangkan di Dumai, polisi berhasil mengamankan 74 imigran gelap asal Bangladesh.
Rekomendasi