Bareskrim Mabes Polri kembali menangkap dua orang diduga terlibat dalam kasus pembuatan dan perindustrian vaksin palsu. T dan M ditangkap berdasarkan hasil pengembangan dari 13 tersangka sebelumnya.Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Brigjen Agung Setya mengatakan, selain berupaya menangkap semua pihak yang diduga terlibat, polisi juga fokus mencari tahu daerah-daerah penyebaran vaksin palsu tersebut."Distributor ini kita tangkap di Semarang dua orang kita akan dalami lagi seperti apa distribusinya. Kita fokus sekarang distribusi vaksin palsu ini sampai ke mana," kata Agung di Mabes Polri, Jakarta, Senin. (27/6).Dia menilai dengan diketahuinya daerah-daerah yang tersebar vaksin palsu, polisi bakal lebih mudah menyimpulkan seberapa besar persoalan vaksin palsu di Tanah Air."Kita dalami karena distribusi ini satu yang kita fokuskan karena dengan kita mengetahui distribusinya kita bisa melihat seberapa besar persoalan masalah ini," timpal dia.Jenderal bintang satu ini mengungkapkan selain ke Semarang, Bareskrim juga sudah mengirimkan tim ke sejumlah daerah salah satunya Yogyakarta untuk mengungkap penyebaran vaksin palsu tersebut."Dari kita tim kita bergerak ke Yogyakarta, Semarang dan tempat lain dan Semarang kita dapatkan ini. Kita dalami terus," tandas Agung.
Bareskrim fokus ungkap penyebaran vaksin palsu di sejumlah daerah
Selain ke Semarang, penyidik Bareskrim buru peredaran vaksin palsu di Yogyakarta.
Halaman Berikutnya
Migrasi Sunyi dari Pesisir Sumut: Laut Memaksa Pergi, Kemiskinan Menahan Bertahan
Advertisement
Rekomendasi