Banjir masih mengepung tidak kurang 2.000 rumah di Samarinda, Kalimantan Timur dengan ketinggian rata-rata 1 meter. Bahkan mobil minibus ikut terperosok ke kubangan air. Ratusan personel SAR dibantu 120 polisi diterjunkan membantu evakuasi warga.
Pantauan merdeka.com sampai pukul 13.45 Wita di kawasan Jalan KH Harun Nafsi, Rapak Dalam, Kecamatan Samarinda Seberang, banjir merendam rumah warga sejak Rabu (21/3) malam.
Di kelurahan Rapak Dalam dan kelurahan Harapan Baru di Samarinda Seberang, sekitar 1.400 rumah terendam dengan ketinggian air hingga 1,5 meter.
Di Loa Buah, Kecamatan Sungai Kunjang, juga demikian. Kelurahan Loa Buah sekitar 1.000 rumah, di 9 RT yang dihuni sekitar 1.045 kepala keluarga atau 3.553 jiwa juga terendam banjir.
Tim SAR gabungan, baik Basarnas, Polri dan TNI, BPBD dibantu ratusan relawan kebencanaan, sudah terjun ke lapangan sejak malam tadi. Puluhan orang dievakuasi ke tempat lebih aman.
"Sekitar 50 orang malam tadi sampai dini hari tadi, kita evakuasi. Sebagian besar lansia dan balita, karena mereka sakit, kedinginan, dan berbahaya karena sempat bertahan di dalam rumah," kata Kasi Operasi dan Siaga Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kaltim-Kaltara Octavianto, kepada merdeka.com, Kamis (22/3).
Proses evakuasi memakan waktu 1 jam dari pukul 10.00 Wita pagi. "Ada tidak kurang 120 personel kami terjunkan, tersebar di berbagai titik. Kami juga dirikan tenda posko, untuk mengevakuasi warga," ditambahkan Kapolresta Samarinda Kombes Pol Vendra Riviyanto, kepada wartawan di lokasi banjir Rapak Dalam.
Sementara itu, penjabat sementara Wali Kota Samarinda Zairin Zain, juga ikut mengecek banjir. Dia menyebut, banjir di Kelurahan Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kunjang, tergolong parah.
"Di Loa Bakung hampir semua tenggelam. Karena drainase (meluap) dan sedang pasang sungai," kata Zairin.
Menurut Zairin, Gubernur Kalimantan Timur Awang Faroek Ishak telah memerintahkan BPBD Kaltim, berkoordinasi bersama semua pihak, menangani korban banjir.
"Kita buat pos-pos penanganan banjir. Sambil kita cek dengan tim teknis. Selain drainase tidak bagus, ada bangunan-bangunan yang tidak mengindahkan kawasan resapan air seperti di Jalan Jakarta (Loa Bakung)," tegas Zairin.