Bagikan Sertifikat Tanah Wakaf, Jokowi Cerita Saat Lahan Masjid Jadi Sengketa

Presiden menjelaskan pentingnya pemberian sertifikat tanah wakaf untuk menekan terjadinya sengketa tanah wakaf.

Wisnoe Moerti
Oleh Wisnoe Moerti - Reporter
Bagikan Sertifikat Tanah Wakaf, Jokowi Cerita Saat Lahan Masjid Jadi Sengketa
ilustrasi Jokowi bagikan sertifikat lahan. ©2018 Merdeka.com/ IG Setkab RI

Presiden Joko Widodo atau Jokowi membagikan sertifikat tanah wakaf untuk masjid, fasilitas pendidikan, dan pemakaman di Provinsi Bengkulu, Jumat (15/2). Presiden Jokowi membagikan sertifikat tanah wakaf di Masjid Baitul Izzah Padang Harapan, Gading Cempaka, setelah rampung menunaikan salat Jumat di masjid tersebut.

"Dari perjalanan saya ke daerah-daerah selalu yang masuk dalam telinga saya adalah sengketa lahan, konflik tanah, ada di semua provinsi. Tanah wakaf juga sama saja," kata Presiden seperti dilansir Antara.

Pada kesempatan itu, diserahkan sertifikat tanah wakaf kepada 25 pihak. Terdiri dari pengurus masjid, pengurus pemakaman, pengurus fasilitas pendidikan Muhammadiyah, dan sekolah dengan total luas lahan 29,672 m2. Presiden menjelaskan pentingnya pemberian sertifikat tanah wakaf untuk menekan terjadinya sengketa tanah wakaf.

"Saya berikan contohnya di Jakarta ada masjid besar dulunya enggak ada masalah begitu harga tanah di situ Rp 120 juta per meter, baru diotak-atik lagi, dipermasalahkan. Di provinsi yang lain, masjid separuhnya disengketakan," katanya.

Oleh karena itu, Kepala Negara meminta kepada jajarannya agar program sertifikasi segera dirampungkan. Karena alasan itu saat setiap kunjungan ke daerah, Jokowi selalu membagikan sertifikat baik kepada masyarakat maupun tempat-tempat ibadah.

Pada kesempatan itu, Presiden Jokowi didampingi Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko serta Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah.

Rekomendasi