Sebanyak 26 jemaah umrah asal Jawa Tengah (Jateng) berangkat ke Tanah Suci Makkah di awal tahun 2022. Proses pemberangkatan puluhan jemaah melalui sejumlah syarat mulai dari telah divaksinasi Covid-19 dua dosis, dan bisa menunjukkan hasil negatif Covid-19 dari tes antigen.
"Untuk dari sisi kesehatan syaratnya vaksin, untuk besaran biaya umrahnya yang menentukan dari biro travel, karena sekarang ada kewajiban harus karantina," kata Kepala Biro Haji dan Umrah Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Tengah, Ahyani, Selasa (11/1).
Proses pemberangkatan 26 orang tersebut dilakukan pada 8 Januari 2022, yang bergabung dengan ratusan calon jemaah umrah lainnya di Jakarta.
"Di Jakarta ada 419 orang yang ikut umrah. Lalu 26 orang dari Jawa Tengah," ungkapnya.
Dia menyarankan, supaya para calon jemaah yang sudah mendaftar umrah tahun 2020 agar bersabar menunggu giliran pemberangkatan ke Tanah Suci.
"Memang harus bersabar karena ini masih dalam kondisi pandemi," jelasnya.
Setiap calon jemaah, wajib menaati aturan protokol kesehatan dengan ketat selama ibadah umrah. "Untuk protokol kesehatan tolong ditaati," ujarnya.
Ketua Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) Jateng, Endro Dwi Cahyono menambahkan total biaya yang harus dikeluarkan untuk ikut umrah kenaikan. Di banding situasi normal biaya umrah hanya Rp22 juta, maka tahun ini mencapai Rp28 juta. Biaya tersebut di luar ongkos karantina Covid-19 di Arab Saudi.
"Kalau ditambah karantina per hari biayanya nambah Rp500 ribu dan ada tes PCR juga. Kalau ditotal jadinya Rp32 juta," kata Endro.
Sebelum berangkat umrah, pihaknya mewajibkan calon jemaah menjalani tes PCR. Kemudian setibanya di Arab Saudi akan menjalani karantina lima hari.
"Terus kemudian ibadah di Madinah dibikin tujuh hari, karantina lima hari, ibadah dua hari. Terus ke Mekkah ibadahnya empat hari dan selanjutnya pulang," tandasnya.