Aulia Kesuma mengaku sempat merasa lega setelah menghabisi nyawa Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili (54) dan M Adi Pradana (23). Percaya diri, ia yakin utangnya yang menumpuk hingga Rp10 miliar bisa terlunasi dengan tewasnya Pupung dan Dana.
"Jujur maksudnya, lega iya saya sempat mengucap alhamdulillah dalam hati saya lepas dari utang saya yang begitu saya benar-benar menghimpit saya. Rp200 Juta per bulan itu cari dari mana," kata Aulia saat ditemui di Mapolda Metro Jaya, Selasa (3/9).
Bukan tanpa sebab, kegelisahan Aulia akan utang yang menumpuk sudah dirasa sedari lama. Sayang, kegelisahan itu membuatnya berpikir untuk menghabisi nyawa Pupung berikut Dana. Niatan muncul setelah lebaran beberapa bulan lalu.
"Ya itu sejak waktu lebaran saya sudah nggak kuat, karena itu uang sudah benar-benar abis. Jadi, sisa uang Danamon itu Pak Edi ngerasa, saya masih ada," katanya.
Dalih Tak Bergaya Hidup Glamour
Kegelisahan Aulia diakui sempat ditumpahkan kepada Gege, keponakan Pupung Sadili. Kepada keponakannya yang bermukim di Bandung, Jawa Barat itu, Aulia berdalih memiliki utang banyak bukan karena punya gaya hidup glamour alias doyan foya-foya.
"Itu saya inget banget lebaran kedua, saya ajak curhat dengan mas Gege. Saya bilang, saya sebenarnya nggak nuntut banyak, selama saya nikah dengan pak Edi, bolehlah nanti dibuktikan sama orang-orang yang pernah ikut, pernah nggak saya sekali berfoya-foya, beli perhiasan, saya beli baju mahal, sepatu mahal, pernah enggak," dalihnya.
"Dari dulu penampilan saya seperti ini bukan karena saya posisi di penjara, memang saya nggak pernah seperti wanita lain yang layaknya punya uang banyak, itu enggak. Saya memang seperti ini dari dulu dan saya siap dibuktikan," katanya.
Akhirnya, lanjut Aulia, ide membunuh ini pun diceritakannya ke Asisten Rumah Tangganya saat itu TN. Hingga pada waktunya dirinya tega habisi Edi dan Kalvin.
"Karena saya sudah terkejar waktu banget, karena kalau Pak Edi tahu rumahnya bakal disita, itu bener-bener (marah)," kata Aulia.