Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Antrean Pemulasaran Jenazah Penuhi Koridor RSUD, Begini Penjelasan Bupati Jombang

Antrean Pemulasaran Jenazah Penuhi Koridor RSUD, Begini Penjelasan Bupati Jombang Antrean pemulasaran jenazah di RSUD Jombang. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Sebuah video berdurasi 58 detik menggambarkan situasi antrean jenazah yang hendak dimandikan. Jenazah yang masih berada di atas tempat tidur rumah sakit itu, terlihat berjejer memenuhi koridor ruangan yang diduga berada di kamar mayat RSUD Jombang.

Dalam video itu dijelaskan, bahwa gambar diambil pada Selasa (6/7) lalu. Seorang pria dalam video mengatakan, jenazah-jenazah itu merupakan pasien Covid-19 yang tengah menunggu antrean pemulasaran.

Bupati Jombang, Mundjidah Wahab pun membenarkan adanya antrean jenazah di kamar mayat RSUD Jombang pada Selasa lalu. Jumlah antrean mencapai 13 jenazah. Hal itu pun diakuinya karena tingginya tingkat kematian akibat Covid-19, baik positif, suspek, maupun probable.

"Saat ini masalah tersebut sudah teratasi. Petugas pemulasaraan jenazah sudah dibantu dari BPBD. Selain itu juga ada bantuan tenaga dari TNI dan Polri. Kita juga menginstruksikan Camat agar menyiapkan relawan pemakaman di masing-masing desa," ujarnya.

Sementara itu, Komandan Kodim 0814 Jombang, Letkol Inf Triyono mengatakan tingkat kematian pasien Covid-19 di Kabupaten Jombang memang cukup tinggi. Dampaknya petugas BPBD kewalahan. Mereka harus merawat (pemulasaran) hingga mengantarkan ke rumah duka.

"Dilibatkannya anggota TNI, diharapkan dapat meringankan tugas relawan BPBD," kata Triyono.

Triyono mengungkapkan, pihaknya sudah melakukan komunikasi dan koordinasi dengan BPBD dan pemerintah daerah setempat terkait pelibatan anggotanya untuk membantu penanganan jenazah Covid-19.

"Kita menyiapkan 30 orang (personel). Sebenarnya, ini tim lama. Tim ini sudah kita bentuk tanggal 20 juli 2020, karena kematian akibat Covid-19 tinggi, tim itu mulai kemarin kita aktifkan kembali untuk membantu penanganan jenazah Covid-19," ungkapnya.

Puluhan anggota TNI yang dilibatkan itu bertugas secara bergiliran. Triyono merinci, 10 orang siaga di kamar jenazah, 10 orang siaga di Kodim 0814, dan 10 orang lagi istirahat. Mereka bergiliran per 10 orang dengan memakai Alat Pelindung Diri (APD) lengkap. TNI juga akan membantu mengantar jenazah pasien Covid-19 hingga ke rumah duka.

"Personel dari BPBD lebih kita fokuskan kepada penanganan atau pemusalaraan jenazah. Sementara Kodim mengantar sampai dengan pemakaman di masing-masing daerah, di desa maupun kecamatan di Kabupaten Jombang," ujarnya.

(mdk/bal)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP