Angin puting beliung disertai hujan dengan intensitas tinggi melanda tiga kecamatan di kota Medan, Kamis, (24/7) pukul 17.00 WIB. Akibatnya, 285 unit rumah warga dilaporkan mengalami rusak ringan.
“Berdasarkan laporan dari Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Medan, bencana yang dipicu oleh faktor cuaca ektrem tersebut mengakibatkan 285 unit rumah mengalami rusak ringan (RR),” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Raditya Jati melalui keterangan tertulis, Sabtu (26/9).
Raditya menjelaskan, ratusan rumah rusak tersebut ada di tiga kecamatan. Rinciannya, 248 rumah rusak di Kecamatan Medan Labuhan, 35 unit di Kecamatan Medan Deli dan 2 unit di Kecamatan Medan Marelan.
“Belum ada laporan korban jiwa dari bencana tersebut,” sambungnya.
Saat ini, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kota Medan terus melakukan kaji cepat dampak kerusakan serta berkoordinasi dengan instansi terkait guna membantu percepatan penanganan bencana angin puting beliung .
Advertisement
Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan peringatan dini cuaca buruk yang dapat berpotensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang pada 26 September hingga 28 September 2020 di sejumlah wilayah di Indonesia.
Sejumlah wilayah tersebut antara lain Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Bengkulu, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Kalimatan Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat, dan Papua.
“Dengan adanya peringatan dini tersebut masyarakat diimbau selalu waspada terhadap potensi bahaya hidrometeorologi seperti angin kencang, angin puting beliung, banjir, banjir bandang maupun tanah longsor,” kata Raditya mengakhiri.