Seorang anggota DPRD Pangkep diduga menembok pintu keluar rumah tahfiz Alquran Nurul Jihad yang berada di Jalan Ance Dg Ngoyo, Kelurahan Masale, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Peristiwa ini merupakan buntut dari perselisihan karena pemilik rumah risih dengar keramaian yang dibuat oleh anak-anak tahfiz.
Ketua RW V Kelurahan Masale, Kecamatan Panakkukang, Abd Aziz mengatakan penembokan tersebut diduga karena pemilik rumah risih mendengar anak-anak Tahfiz ribut saat menghafal Alquran. Selain itu, pemilik rumah juga sempat marah karena anak-anak Tahfiz sering mengotori jemurannya.
"Ini saya dengar dari anak Tahfiz dianggap ribut karena mengaji. Kedua masalah kebersihan bajunya, kan di sini dijemur," kata Aziz kepada merdeka.com, Jumat (23/7).
Aziz mengaku penembokan pintu keluar belakang rumah Tahfiz tersebut sudah terjadi tiga hari lalu. Aziz menyebut pemilik rumah adalah anggota DPRD Pangkep berinisial A.
"Tiga hari lalu itu dikerja dan kemarin selesai ditembok itu," bebernya.
Dia mengaku warga yang merasa dirugikan akibat penembokan tersebut sudah melapor ke camat dan polisi. Ia mengaku keluarga pemilik rumah sebelumnya sudah menyampaikan akan melakukan penembokan tersebut.
"Waktu itu keluarganya datang menyampaikan mau tutup itu pintu. Terus saya bilang komunikasi saja sama pengurus rumah Tahfiz dan warga," tuturnya.
Ia pun mengingatkan bahwa tembok yang akan dia bangun merupakan fasilitas umum (fasum) milik Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar. Meski sudah diingatkan, pembangunan tembok tetap dilakukan.
"Waktu itu saya ingatkan, kalau itu fasum. Dia tidak dengar dan lanjut (tutup pintu belakang rumah tahfiz)," kata dia.
Sementara itu, Camat Panakkukang, Thahir Dg Ngalli mengaku pihaknya sudah turun bersama RT, RW, tokoh masyarakat, dan polisi tempat tersebut. Ia menyebutkan penembokan tersebut membuat akses dua bangunan yakni rumah tahfiz dan rumah warga tertutup.
"Memang yang ditutup akses dua bangun, termasuk itu rumah Tahfiz," ujarnya.
Ia mengaku pihaknya sudah mengirimkan surat kepada pihaknya yang melakukan penutupan akses. Ia pun memberikan peringatan agar tembok yang dibangun itu dibongkar.
"Menurut warga itu fasum, karena jalan. Saya kasih surat peringatan melalui Ketua RW agar dibongkar," ucapnya.