Revitalisasi Pasar Klewer timur Solo, hingga saat ini belum ada kejelasan. Padahal proyek dengan anggaran Rp 58 miliar yang direncanakan dibiayai pemerintah pusat tersebut ditargetkan dimulai akhir 2017.
Lantaran tak kunjung mendapatkan kepastian dari pemerintah pusat, Pemkot Solo berencana mencari pinjaman guna merealisasikan revitalisasi pasar yang sudah dirobohkan tersebut.
Kepala Dinas Perdagangan Subagiyo mengatakan, skema pembiayaan mandiri tersebut saat ini sedang direncanakan. Selain mencari pinjaman, kemungkinan lain adalah mengalokasikan dana revitalisasi dalam APBD.
"Kita akan mencari pinjaman, kalau skenario ini terwujud, revitalisasi Pasar Klewer timur ini bisa dimulai awal tahun depan. Targetnya setahun jadi," ujar Subagiyo, Jumat (25/6).
Subagiyo mengemukakan, alternatif pembiayaan mandiri tersebut dipertimbangkan lantaran koordinasi pencairan anggaran dengan Kementerian Perdagangan tak kunjung berhasil. Bahkan akhir bulan lalu pemkot mengirimkan surat kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi), untuk mengingatkan janji pemerintah pusat terkait pengucuran dana revitalisasi.
"Akhir bulan lalu kita kirim surat ke pak Jokowi, tapi sampai sekarang belum dijawab," katanya.
Pertimbangan lainnya adalah terganggunya aktivitas pedagang, selama berjualan di pasar darurat Alun-alun utara Keraton Surakarta. Para pedagang sudah terlalu lama berjualan di sana sejak pasar dirobohkan.
Subagiyo menambahkan, jika batal didanai pemerintah pusat, kemungkinan akan ada perubahan desain. Karena harus disesuaikan dengan kemampuan anggaran pemkot.
Wali Kota FX Hadi Rudyatmo memperkirakan, anggaran yang dibutuhkan untuk membangun ulang Pasar Klewer sisi timur tidak lebih dari Rp 18 miliar. Namun, desain bangunan bakal berubah lantaran revitalisasi itu tidak dibiayai pemerintah pusat.
"Kalau pakai anggaran pusat desainnya terdiri dari lantai basement dan semi basement, bagian atas bangunan akan difungsikan sebagai hall. Kalau nantinya batal dibiayai pemerintah pusat, kita akan anggarkan dalam APBD Perubahan. Tahun depan baru dialokasikan dana untuk pembangunan," ucap Rudyatmo.