Ambil paket berisi ribuan pil ekstasi, ibu dan anak dibekuk petugas

"Saat itu tersangka LBJ terlihat keluar rumah membonceng ibunya berinisial YL berumur 43. Kedua tersangka ini mengambil paket di sebuah tempat di Jalan Pulau Kawe Denpasar," katanya.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Ambil paket berisi ribuan pil ekstasi, ibu dan anak dibekuk petugas
Ibu dan anak ditangkap karena narkoba. ©2016 Merdeka.com/Gede Nadi Jaya

Seorang ibu dan anak dicokok petugas karena kedapatan mengambil paket narkoba. Dari kedua tersangka ini, sebanyak 18 paket berisi 4200 pil ekstasi berbagai logo dan warna diamankan polisi.Kasat Narkoba Polres Badung, AKP Djoko Hariadi didampingi Kapolres Badung menyatakan, penangkapan ini berdasarkan informasi masyarakat yang mencurigai tersangka yang berinisial LBJ (22) yang sering mengambil sebuah paket. Dari laporan tersebut polisi melakukan pengintaian di tempat tinggalnya di Jalan Dukuh Sari, Gang Banteng Galaksi, Blok D, Denpasar Selatan, Bali."Saat itu tersangka LBJ terlihat keluar rumah membonceng ibunya berinisial YL berumur 43. Kedua tersangka ini mengambil paket di sebuah tempat di Jalan Pulau Kawe Denpasar," kata Djoko Hariadi, Senin (19/12) di Polres Badung.Ia menjelaskan, 18 paket yang disita masing-masing berisi 12 paket plastik klip, yang setiap paket berisi 100 butir ekstasi warna ungu merah muda. Tiga paket plastik klip besar yang setiap paketnya berisi 500 butir pil ekstasi warna abu-abu merah muda. Tiga paket plastik klip besar dalam kotak yang berbeda yang setiap paketnya berisi 500 butir pil ekstasi warna coklat merah muda berlogo pinguin."Jumlah total seluruh barang bukti ada 4.200 butir," imbuhnya.Ia menambahkan, kedua tersangka diancam 114 ayat (2) atau Pasal 112 ayat (2) jo Pasal 132 (1) UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman pidana seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp. 1.000.000.000,- (satu milyar rupiah) dan paling banyak Rp 10.000.000.000,- (sepuluh milyar rupiah )."Hingga saat ini kita masih lakukan pengembangan," pungkasnya.

Rekomendasi