Akal-akalan Pemilik Toko bukan Sembako di Bandung Agar Tak Ditutup Satpol PP

Tak sedikit di antara pemilik toko mencoba mengelabui petugas dengan cara menyimpan bahan makanan pokok. Mereka berpura-pura menjual beras agar tidak terkena penindakan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Akal-akalan Pemilik Toko bukan Sembako di Bandung Agar Tak Ditutup Satpol PP
Hari pertama PSBB di Bandung. ©2020 Merdeka.com

Satpol PP Kota Bandung sudah menutup ratusan toko selama Pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Namun, banyak di antara mereka kembali membuka toko dengan beragam modus.

Kepala Satpol PP Kota Bandung, Rasdian Setiadi menjelaskan toko yang ditutup olehnya adalah toko yang tidak dikecualikan dalam Peraturan Wali Kota (Perwal). Di antaranya toko matrial, toko pakaian dan toko emas.

"Jumlah yang ditutup sudah banyak. Sehari bisa (menutup) 20 sampai 30 toko," ujarnya saat dihubungi, Jumat (5/1).

Ia mengungkapkan, banyak di antara pemilik toko tersebut nekat membuka kembali usahanya. Hal ini membuat petugas bekerja dua kali melakukan penutupan dan sosialisasi mengenai peraturan yang sedang berjalan selama PSBB.

Tak sedikit di antara pemilik toko mencoba mengelabui petugas dengan cara menyimpan bahan makanan pokok. Mereka berpura-pura menjual beras agar tidak terkena penindakan.

"Kita tahu modus itu. Tapi, kita tanya soal beras, segi kualitas dan lainnya dia enggak tahu, berarti (yang di jual bukan itu), kita petugas lebih tahu," ucap dia.

Para pemilik toko biasanya beralasan butuh membuka usahanya karena alasan ekonomi. Jika sudah seperti itu, petugas meminta masyarakat untuk bisa memahami aturan yang berlaku. Terlebih, hal ini untuk kepentingan kesehatan bersama.

"Kita sudah jelaskan semua merasakan kalau masalah itu (ekonomi). Kita pentingkan masalah keselamatan jiwa dan masalah keselamatan orang," imbuhnya.

Rekomendasi