Air PDAM sering macet, warga Banda Aceh terpaksa beli air eceran

Selain beli air eceran, warga juga rela begadang untuk memompa air.

Afif
Oleh Afif - Reporter
Air PDAM sering macet, warga Banda Aceh terpaksa beli air eceran
Ilustrasi PDAM. ©2014 Merdeka.com

Distribusi air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di Banda Aceh sering macet. Sehingga sejumlah pelanggan harus begadang malam untuk menyedot air yang sering macet, bahkan warga cukup sering harus membeli air eceran.Keluhan ini seperti disampaikan oleh seorang warga Desa Geucu Kompleks, Kecamatan Banda Raya dan Jaya Baru, Dedi Iskandar (40). Menurutnya pasokan air ke rumahnya sering macet dan bahkan mati total."Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, saya harus begadang malam untuk mendapatkan air bersih, karena tengah malam biasa air sedikit lancar," kata Dedi Iskandar, Rabu (18/2) di Banda Aceh.Dedi mengaku kesal dengan sistem pelayanan yang diberikan PDAM di Banda Aceh. Apa lagi pihak perusahaan daerah ini tidak menjelaskan kendala pasokan air ke rumah-rumah pelanggan macet."Kita tidak pernah mendapat pemberitahuan kenapa air di sini tidak lancar, harusnya kalau ada perbaikan atau apa kita selaku pelanggan bisa diberikan pemberitahuan terlebih dahulu, apalagi ini juga sangat berdampak untuk aktivitas warga sehari-hari," jelasnya.Hal senada juga disampaikan pelanggan lainnya, Gilang (37), warga Desa Emperom kecamatan yang sama. Gilang untuk memperoleh air bersih kerap harus menggunakan mesin pompa air untuk menyedot air dari pipa PDAM.Bahkan dirinya kerap membeli air secara eceran untuk memenuhi kebutuhan air bersih, baik untuk diminum, memasak dan bahkan untuk kebutuhan mencuci dan mandi."Ini sangat menyulitkan kami pelanggan, apa lagi harus membeli air eceran," tegasnya.Direktur PDAM Tirta Daroy, Junaidi saat dikonfirmasi menjelaskan terjadi kemacetan PDAM ini disebabkan sistem dan jaringan pipa yang dibutuhkan sering tidak sesuai. Idealnya untuk satu kawasan tempat tinggal yang ramai dibutuhkan jaringan pipa yang besar agar aliran tidak tersendat."Persoalan ini karena banyak warga masih menggunakan pipa yang kecil, pipa lama, sehingga terjadi macet, sementara kawasan perumahan itu sudah banyak pelanggan," kilah Junaidi.Kendati demikian, pihaknya akan terus berupaya untuk memperbaiki jaringan pipa PDAM yang lebih besar untuk melancarkan distribusi air bersih. Saat ini hampir seluruh jaringan pipa PDAM di kota Banda Aceh sudah mengalami perbaikan ukuran pipanya."Kita akan terus melakukan perbaikan agar distribusi air bersih lancar," tutupnya.

Rekomendasi