Ahok: Tak bisa tutup taksi online, mau kembali ke zaman batu?
Merdeka.com - Ribuan sopir taksi konvensional mendesak pemerintah segera memblokir aplikasi taksi online yang dinilai merugikan pendapatan mereka. Pemerintah secara tegas menyatakan bahwa teknologi tak bisa dibatasi atau dihentikan.
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau biasa dipanggil Ahok tidak setuju jika aplikasi Uber Taxi dan GrabCar dihapus. "Enggak bisa. Anda mau minta nutup online? mau ke zaman batu?," kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (23/2).
Dia meminta semua pihak berlaku adil dalam memandang transportasi berbasis online. Harus diakui, kehadirannya memberikan kemudahan bagi masyarakat, terlebih di era digital. Sehingga, tidak adil jika bisnis taksi online dijadikan kambing hitam atas menurunnya minat penumpang menggunakan taksi konvensional.
"Saya perusahaan pemerintah, yang punya SMS dan agak sepi nih SMS, terus WhatsApp dilarang karena merugikan saya yang SMS. Boleh enggak? Kalian protes enggak? Ini zamannya sudah berubah," tegas Ahok.
Mantan Bupati Belitung Timur ini mengaku tak dapat membendung perkembangan teknologi yang kini dimanfaatkan untuk bisnis pelayanan transportasi di Jakarta. Untuk itu perlu ada regulasi yang menjembatani bisnis taksi online dan konvensional agar tidak lagi terjadi gesekan.
Ahok juga tidak menghalangi perusahaan asing yang menaungi taksi online, seperti Uber, mengaspal di jalanan Ibu Kota. Asalkan aturan ditaati, izin dikantongi taat pajak, kewajiban dipenuhi, Ahok tak mempermasalahkan.
"Ini kan hidup global. Kita ini negara bebas yang mengakui properti dan hak asasi, kamu kira yang punya Facebook, Google itu jualan berapa duit? Itu dunia global ya begitu, yang penting kamu bayar pajak kami," ucapnya.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya